Simalungun, Sumatera Utara – MediaViral.co
Kondisi Tanaman Menghasilkan (TM) di Afdling 7 Kebun Tinjowan kembali bikin geleng-geleng kepala. Dari pantauan lapangan, sejumlah pohon kelapa sawit terlihat tidak terawat maksimal. Pelepah tua menggantung, penunasan (pruning) diduga asal-asalan, bahkan muncul indikasi serangan jamur dan ulat pompong di beberapa titik areal.
Sorotan tajam pun mengarah ke pengelolaan perawatan di bawah naungan PTPN IV Regional Unit Tinjowan. Publik mulai bertanya: apakah perawatan selama ini benar-benar dikerjakan sesuai standar, atau sekadar formalitas laporan?
Penyemprotan Ada, Tapi Terjadwal atau Dadakan?
Beberapa pekerja terlihat melakukan penyemprotan menggunakan cordyceps untuk mengendalikan hama. Namun pertanyaan krusialnya: apakah penyemprotan itu bagian dari program rutin sesuai SOP, atau hanya langkah darurat setelah tanaman terlanjur terserang?
Jika benar terjadi kelalaian, dampaknya tak main-main:
Produksi Tandan Buah Segar (TBS) bisa merosot
Potensi kerugian perusahaan membengkak
Anggaran perawatan berisiko mubazir
Muncul dugaan ketidaksesuaian laporan administrasi
Anggaran Mengalir, Tapi Hasilnya Mana?
Perawatan TM bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan jantung produktivitas kebun. Karena itu, publik mulai melontarkan pertanyaan serius:
Ke mana realisasi anggaran perawatan dan penunasan selama ini?
Siapa yang bertanggung jawab mengawasi Afdling 7?
Apakah laporan di atas meja benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan?
Isu ini semakin sensitif karena menyangkut aset perusahaan milik negara. PTPN IV diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi riil yang terjadi.
Potensi Sanksi Mengintai
Jika terbukti ada kelalaian atau manipulasi laporan, sanksi internal bisa dijatuhkan mulai dari teguran tertulis, penurunan jabatan, hingga pemberhentian. Bahkan, apabila ditemukan indikasi kerugian keuangan akibat penyalahgunaan anggaran, persoalan ini berpotensi merembet ke ranah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat dan pekerja berharap manajemen segera turun tangan melakukan audit internal dan inspeksi langsung ke lapangan. Jangan sampai perawatan hanya rapi di laporan, tapi berantakan di kebun.
MediaViral.co menyatakan akan terus mengawal perkembangan ini hingga ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Publik menunggu jawaban, bukan sekadar janji. (mediaviral.co)
















