Bengkulu, 21 Februari 2026 – MediaViral.co
Publik Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mulai menyoroti kemunculan seorang putra daerah yang siap tampil dan bersuara lantang soal keadilan. Ia adalah (c) Dr. Arep Ton, S.H., M.H., advokat muda asal Desa Kemang Manis, Kecamatan Semidang Alas—desa yang dikenal cukup terpencil dan jauh dari pusat keramaian.
Putra kedua dari pasangan Tantawi dan Nubas ini bukan sekadar membawa gelar akademik. Ia datang dengan pesan tegas: siap membantu masyarakat yang selama ini merasa kesulitan mendapatkan keadilan.
Saat ditemui MediaViral.co, Sabtu (21/2/2026) di kediamannya di Kota Bengkulu, Arep Ton berbicara terbuka mengenai keresahan yang ia lihat di tengah masyarakat.
“Selama ini banyak masyarakat mengeluh soal keadilan. Saya kebetulan seorang advokat. Insyaallah, sebentar lagi saya menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Islam Bandung dan akan wisuda Oktober 2026,” ujarnya di sela perbincangan santai.
Advokat Muda, Gelar Doktor di Depan Mata
Perjalanan pendidikannya terbilang konsisten. Dari S1 Hukum, S2 Hukum, hingga kini menyelesaikan program doktor (S3) di bidang hukum. Di usianya yang relatif muda, ia telah menyandang gelar kandidat doktor dan aktif berkecimpung di dunia advokat.
Menurutnya, profesi advokat bukan sekadar mencari perkara, tetapi memperjuangkan hak masyarakat yang lemah secara hukum.
“Saya sudah banyak membantu menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat. Ilmu hukum harus berpihak pada keadilan, bukan pada kepentingan,” tegasnya.
Harapan Baru dari Kemang Manis
Kemunculan Arep Ton dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Seluma. Dari desa yang selama ini jarang tersorot, kini muncul figur akademisi dan praktisi hukum yang siap tampil di ruang publik.
Sebagian warga bahkan menyebutnya sebagai “berlian dari desa terpencil” yang lama dinanti untuk memperjuangkan suara masyarakat kecil.
Kini sorotan publik tertuju padanya. Apakah Arep Ton akan benar-benar menjadi motor perubahan dan pembela rakyat di Seluma? Atau sekadar wacana yang berlalu?
Masyarakat menunggu langkah nyatanya. (mediaviral.co)
















