Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Bendungan Tanah Merah Menyusut, 3.350 Hektare Sawah Terancam: Bupati Batu Bara Desak Provinsi Bertindak!

9
×

Bendungan Tanah Merah Menyusut, 3.350 Hektare Sawah Terancam: Bupati Batu Bara Desak Provinsi Bertindak!

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, Sumatera Utara – MediaViral.co

Ancaman serius membayangi ribuan petani di Kabupaten Batu Bara. Meski pembangunan penahan tanah dan Bendungan Tanah Merah telah rampung pada 2025, fakta di lapangan justru memunculkan persoalan baru: volume air menyusut drastis.

Example 300250

Melihat langsung kondisi tersebut pada Jumat (20/2/2026), Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut hajat hidup petani dan masa depan ketahanan pangan daerah.

“Kurang lebih 3.350 hektare lahan irigasi di Batu Bara sangat bergantung pada aliran air dari Simanggar. Jika ini dibiarkan, produktivitas pertanian bisa terpukul,” tegasnya.

Sedimentasi Jadi Biang Kerok

Penyusutan air di Bendungan Tanah Merah diduga kuat akibat tidak maksimalnya aliran dari Bendungan Simanggar. Tingginya sedimentasi di aliran Sungai Simanggar menghambat suplai air menuju Bendungan Tanah Merah dan Bendungan Perkotaan.

Padahal, Sungai Simanggar selama ini menjadi sumber utama pengairan bagi ribuan hektare sawah di Batu Bara. Total luas lahan pertanian di kabupaten ini bahkan mencapai sekitar 12.000 hektare.

Ironisnya, Bendungan Simanggar berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Artinya, penanganan tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah kabupaten.

Desak PSDA Provinsi Turun Tangan

Bupati Baharuddin secara terbuka mendesak jajaran PSDA Provinsi Sumatera Utara agar segera mengambil langkah cepat dan konkret. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan krusial bagi keberlangsungan ekonomi petani.

Di sisi lain, ia tetap mengapresiasi upaya pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang terus mendorong program ketahanan pangan nasional melalui Kementerian PUPR.

Namun, tanpa penanganan sedimentasi secara serius, pembangunan fisik bendungan dikhawatirkan tak akan optimal.

Petani Menunggu Aksi Nyata

Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Camat Air Putih, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta para kepala desa se-Kecamatan Air Putih.

Kini publik menanti langkah tegas pemerintah provinsi. Jika sedimentasi Sungai Simanggar terus dibiarkan, bukan hanya bendungan yang menyusut—harapan ribuan petani pun bisa ikut surut. (mediaviral.co)

Example 300x375