Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Misteri Desa Liqian di Gansu: Benarkah Keturunan Legiun Romawi yang Hilang?

12
×

Misteri Desa Liqian di Gansu: Benarkah Keturunan Legiun Romawi yang Hilang?

Sebarkan artikel ini

Gansu, Cina – MediaViral.co

Sebuah desa kecil di barat laut Cina kembali menjadi perbincangan dunia. Desa Liqian, yang kini juga dikenal sebagai Zhelaizhai, di Provinsi Gansu, menyimpan misteri yang telah lama memicu perdebatan para sejarawan dan ilmuwan.

Example 300250

Terletak di wilayah yang tidak jauh dari Gurun Gobi, desa ini menarik perhatian karena sebagian penduduknya memiliki ciri fisik yang berbeda dari mayoritas masyarakat Tiongkok di sekitarnya. Beberapa warga diketahui memiliki mata biru atau hijau, rambut lebih terang, serta hidung yang lebih mancung. Ciri-ciri tersebut tergolong tidak lazim di kawasan tersebut dan memunculkan berbagai spekulasi tentang asal-usul mereka.

Teori paling terkenal menyebutkan bahwa penduduk Liqian kemungkinan merupakan keturunan legiun tentara dari Kekaisaran Romawi yang hilang. Gagasan ini pertama kali dipopulerkan pada 1950-an oleh sejarawan Homer Dubs. Ia menafsirkan catatan sejarah Tiongkok kuno yang menyebut keberadaan pasukan asing dengan formasi tempur menyerupai formasi “kura-kura” (testudo), strategi militer khas tentara Romawi.

Menurut teori tersebut, sebagian legiun Romawi yang kalah dalam pertempuran di Asia Tengah diduga tidak seluruhnya tewas atau kembali ke tanah asalnya. Mereka disebut-sebut bergerak lebih jauh ke timur sebagai tentara bayaran, sebelum akhirnya menetap di wilayah yang kini menjadi Liqian.

Sejumlah penelitian genetik awal terhadap penduduk desa menunjukkan adanya komponen DNA yang diasosiasikan dengan populasi Eurasia Barat. Temuan ini sempat memperkuat spekulasi bahwa terdapat hubungan dengan bangsa Eropa kuno.

Namun demikian, para peneliti modern mengingatkan bahwa wilayah Gansu merupakan bagian dari Jalur Sutra, jalur perdagangan kuno yang selama berabad-abad menghubungkan Eropa, Asia Tengah, dan Tiongkok. Mobilitas manusia di sepanjang rute ini sangat tinggi, sehingga percampuran genetik lintas benua bukanlah hal yang mustahil.

Selain itu, hingga kini belum ditemukan bukti arkeologis kuat yang secara langsung menghubungkan Liqian dengan tentara Romawi. Tidak ada koin, senjata, maupun bangunan militer khas Romawi yang dapat dijadikan bukti definitif.

Sebagian besar sejarawan dan genetikus saat ini berpendapat bahwa teori keturunan langsung dari legiun Romawi masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara ilmiah. Ciri fisik unik warga Liqian lebih mungkin merupakan hasil percampuran populasi Eurasia yang berlangsung selama berabad-abad melalui interaksi perdagangan dan migrasi.

Meski demikian, legenda tentang “desa Romawi di Cina” tetap hidup dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan serta peneliti. Liqian kini menjadi simbol betapa kompleksnya sejarah manusia dan bagaimana jejak migrasi kuno dapat membentuk identitas sebuah komunitas hingga hari ini. (mediaviral.co)

Example 300x375