Way Kanan, Lampung – MediaViral.co
Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan kembali terungkap di Kabupaten Way Kanan. Puluhan siswa SD Filial (kelas jauh) UPT SDN 1 Juku Batu, Kecamatan Banjit, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bangunan sekolah yang rusak berat dan diduga telah lama terabaikan tanpa penanganan serius.
Sekolah yang berada di Dusun Cempedak itu hanya memiliki tiga ruang kelas untuk menampung 34 siswa. Namun kondisi fisik bangunan sangat memprihatinkan. Dinding papan tampak keropos dimakan usia, atap bocor di berbagai titik, dan sebagian plafon sudah rusak serta terbuka.
Saat hujan turun, air masuk ke dalam ruang kelas dan mengganggu proses belajar. Situasi ini bukan hanya menghambat kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru.
“Kami belajar dengan rasa takut. Kalau hujan air masuk, dinding sudah lapuk dan plafon banyak yang terbuka. Kami khawatir bangunan ini roboh sewaktu-waktu,” ungkap salah satu sumber di lokasi, Kamis (12/2/2026).
Suara Murid: “Pak Prabowo, Sekolah Kami Bocor”
Di tengah keterbatasan tersebut, keluhan juga datang langsung dari siswa. Alhafis Ikrom, murid kelas IV, mengungkapkan kondisi sekolahnya yang jauh dari kata layak.
“Pak Prabowo, sekolah kami bocor, dindingnya dari papan dan sudah rusak. Papan tulis kami juga sudah hancur. Kami juga tidak dapat MBG. Kami juga rakyat Indonesia,” ujar Alhafis polos.
Keluhan itu menggambarkan realitas yang dihadapi siswa di pelosok, yang masih berjuang untuk mendapatkan fasilitas pendidikan dasar yang aman dan layak.
Dugaan Kelalaian dan Pertanyaan Anggaran
Warga menyebut kondisi bangunan telah rusak selama bertahun-tahun tanpa perbaikan berarti. Hal ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta perencanaan pemeliharaan dari pihak terkait.
Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga mempertanyakan berbagai program pendidikan dan bantuan yang seharusnya dapat dirasakan siswa.
“Sudah lama rusak, tapi tidak ada perhatian serius. Anak-anak belajar di tempat yang tidak aman. Ini menyangkut masa depan dan keselamatan mereka,” ujar salah satu wali murid.
Desakan Audit dan Penanganan Darurat
Kondisi yang dinilai membahayakan ini mendorong masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan untuk segera:
Turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi
Melakukan perbaikan darurat pada bangunan sekolah
Mengevaluasi dan menelusuri alur pengelolaan anggaran pemeliharaan serta bantuan sekolah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan terkait kondisi SD Filial tersebut.
Kasus ini kembali menjadi potret ketimpangan fasilitas pendidikan di daerah pelosok. Bagi puluhan siswa di Dusun Cempedak, perjuangan menuntut ilmu bukan hanya soal belajar, tetapi juga bertahan di ruang kelas yang jauh dari kata layak. (mediaviral.co)
















