Muaradua, Sumatera Selatan — MediaViral.co
Kasus pembunuhan kembali mengguncang Kabupaten OKU Selatan. Seorang pemuda berusia 19 tahun tega menghabisi nyawa temannya sendiri usai cekcok panas melalui pesan WhatsApp.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis malam (6/2/2026) di Jalan Perkim, Dusun I, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua. Korban diketahui berinisial FR (19), sementara pelaku berinisial AN (19).
Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres OKU Selatan bergerak cepat. Pelaku berhasil ditangkap pada Jumat dini hari (7/2/2026) di rumah keluarganya tanpa perlawanan.
“Pelaku mengakui seluruh perbuatannya dan menunjukkan lokasi pisau yang digunakan untuk menusuk korban,” ungkap IPDA Hendry Febriansyah, Kanit Pidum Polres OKU Selatan.
Berawal dari Adu Mulut di WhatsApp
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tragedi ini bermula dari pertengkaran sengit antara korban dan pelaku melalui pesan WhatsApp. Emosi yang tak terkendali membuat keduanya sepakat bertemu di lokasi kejadian.
Namun pertemuan itu berubah menjadi mimpi buruk. Pelaku datang dengan membawa sebilah pisau dan langsung menusuk dada korban berkali-kali, hingga korban tersungkur bersimbah darah dan meninggal dunia di tempat.
Saksi mata berinisial AF, yang merupakan teman korban, mengungkapkan detik-detik mengerikan tersebut.
“Korban sempat berteriak, ‘Nah ngapo kau makai pisau?’ sebelum akhirnya roboh ke tanah,” ujar saksi.
Terancam 15 Tahun Penjara
Saat ini, Polres OKU Selatan masih mendalami motif serta mengumpulkan barang bukti guna memperkuat berkas perkara. Pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
AN dijerat dengan Pasal 458 Subsider Pasal 466 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan.
“Kasus ini menjadi bukti bahwa kepolisian akan bertindak tegas demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya,” tegas Kapolres.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pertengkaran di media sosial dapat berujung fatal, ketika emosi mengalahkan akal sehat. (mediaviral.co)
















