Jakarta – MediaViral.co
Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, melontarkan kritik keras terhadap manuver politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai Jokowi kini menunjukkan dukungan terbuka dan total kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Menurut Guntur, sikap tersebut menandai pergeseran prioritas politik Jokowi, dari kepentingan bangsa ke ambisi mempertahankan kekuasaan keluarga.
Dukungan ke PSI Dinilai Sudah Keterlaluan
Guntur menyebut Jokowi saat ini berada dalam posisi “mati-matian” mendukung PSI. Intensitas dukungan itu, kata dia, tidak lagi bisa dianggap sebagai sikap politik wajar, melainkan sudah mencerminkan keterlibatan personal yang sangat dalam.
“Tak ada yang dipikirkan oleh Jokowi setiap detik, yang menjadi beban hidupnya sehingga menderita secara batin sampai-sampai diserang penyakit yang misterius, kecuali terus memikirkan bagaimana ia dan keluarganya harus berkuasa,” ujar Guntur dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan Guntur bahwa ambisi politik keluarga telah menjadi tekanan psikologis tersendiri bagi Jokowi.
Tuduhan Penyimpangan Kekuasaan
Lebih jauh, Guntur menuding ambisi tersebut berdampak pada praktik politik yang dinilainya mencederai demokrasi dan etika bernegara. Ia menuding adanya berbagai manuver yang bertentangan dengan semangat konstitusi.
“Sayangnya hal itu dilakukan oleh Jokowi dengan menghalalkan segala cara: berkhianat, berbohong, politik adu domba, mengangkangi konstitusi, cawe-cawe ke lembaga penegak hukum, untuk memastikan dia dan keluarganya terus memegang kekuasaan,” tegasnya.
Tudingan ini merujuk pada sejumlah peristiwa politik nasional, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden, serta sikap Jokowi yang dinilai semakin terang-terangan berpihak kepada PSI.
Dinilai Mengkhianati PDIP
Sebagai kader yang dibesarkan oleh PDI Perjuangan, Jokowi disebut Guntur telah menjauh dari partai pengusungnya selama dua periode kepemimpinan. Dukungan terbuka kepada PSI dinilai sebagai bentuk pengkhianatan politik terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Menurut Guntur, persoalan ini bukan sekadar perbedaan pilihan politik, melainkan pergeseran loyalitas yang berpotensi mengubah peta kekuatan politik nasional secara signifikan.
Sorotan Politik Dinasti Menguat
Pernyataan Guntur sekaligus menegaskan kembali kritik lama terkait dugaan politik dinasti di lingkar kekuasaan nasional. Dukungan Jokowi terhadap PSI dinilai sebagai bagian dari upaya memperpanjang pengaruh politik keluarga di tingkat nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Joko Widodo maupun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait pernyataan tersebut.
(Sumber: Suara.com)
Dani
Mediaviral.co
















