Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Baru Uji Coba, Danau Kerinci Sudah Surut Drastis: PLTA KMH Mulai Tuai Protes Nelayan

15
×

Baru Uji Coba, Danau Kerinci Sudah Surut Drastis: PLTA KMH Mulai Tuai Protes Nelayan

Sebarkan artikel ini

Kerinci, Jambi –
MediaViral.co

Uji coba satu dari tiga turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) langsung memicu polemik. Permukaan air Danau Kerinci dilaporkan surut drastis, memukul nelayan dan petani yang menggantungkan hidup dari danau seluas 4.200 hektare itu.

Example 300250

Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi mengonfirmasi bahwa penurunan elevasi muka air danau terjadi akibat uji operasional PLTA KMH yang berlangsung pada 1–16 Januari 2026.

“Penurunan ini akibat uji operasional PT KMH. Sudah ada rapat diskusi uji coba pengaliran untuk pembangkit,” ujar Kepala BWSS VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, Selasa (28/1).

Dalam uji coba tersebut, perusahaan mengoperasikan satu turbin dengan menurunkan pintu air sekitar 20 sentimeter. Namun di lapangan, dampaknya disebut jauh lebih besar.

“Baru uji coba saja danau sudah kering begini. Kalau nanti beroperasi penuh, bagaimana nasib kami nelayan?” keluh seorang warga.

Warga lainnya menambahkan, penyusutan air telah menyebabkan ikan di keramba mati, sementara hasil sawah dan tangkapan ikan terancam gagal total.

“Penghasilan kami hanya dari sawah dan danau. Air surut begini, mau hidup dari apa?” katanya.

BWSS mengakui bahwa selain uji coba turbin, penurunan muka air juga dipengaruhi penguapan serta berkurangnya debit sungai-sungai alami yang bermuara ke Danau Kerinci. Meski begitu, laporan masyarakat menyebut penyusutan air di beberapa titik mencapai hingga satu meter.

BWSS memastikan PT KMH akan bertanggung jawab atas dampak tersebut, termasuk dengan menyiapkan bak penampungan air (tandon) untuk kebutuhan air baku masyarakat terdampak.

“Air yang surut terlihat di pinggir danau. Secara umum masih normal, tapi memang bervariasi tergantung wilayah,” ujar Joni.

Di sisi lain, Gubernur Jambi Al Haris tetap menegaskan pentingnya proyek PLTA Kerinci sebagai tulang punggung pasokan listrik Pulau Sumatra. Ia berharap proyek tersebut segera beroperasi penuh demi mendukung ketahanan energi nasional.

PLTA Kerinci memanfaatkan debit Sungai Merangin dan Danau Kerinci, dengan wilayah tangkapan air seluas 1.353 kilometer persegi. Proyek ini memiliki kapasitas 350 megawatt, dilengkapi empat unit turbin Francis vertikal masing-masing berdaya 87,5 MW.

Namun bagi warga di sekitar danau, pertanyaannya kini bukan soal megawatt—melainkan soal siapa yang menanggung harga sosial dan ekologisnya. (mediaviral.co)

Example 300x375