Medan, Sumatera Utara | MediaViral.co
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara, peta kekuatan internal partai mulai mengerucut. Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat Ketua DPD Golkar Sumut, dan salah satu figur yang kini paling banyak diperbincangkan adalah Bupati Labuhanbatu Utara, Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, SE, MM.
Pengamat sosial kemasyarakatan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Dr. Suheri Harahap, M.Si, menilai kemunculan nama Hendri bukan tanpa alasan. Rekam jejak elektoral dan konsolidasi politik yang solid dinilai menjadi faktor utama menguatnya posisi Hendri dalam bursa Musda Golkar Sumut.
“Dalam konteks politik daerah, Hendri Yanto Sitorus adalah figur dengan legitimasi kuat. Kemenangan telak di Labuhanbatu Utara menunjukkan tingkat penerimaan publik yang sangat luas, bahkan melampaui sekat-sekat partai politik,” ujar Suheri Harahap di Medan, Sabtu (10/1).
Pada Pilkada serentak terakhir, pasangan Hendri Yanto Sitorus–Samsul Tanjung mencatat kemenangan nyaris sempurna dengan meraih 155.800 suara atau 88,05 persen dari total suara sah. Sementara kotak kosong hanya memperoleh 11,95 persen suara.
Kemenangan telak tersebut didukung oleh 11 partai politik, sebuah capaian yang tergolong langka dalam kontestasi politik kepala daerah di Sumatera Utara.
Menurut Suheri, capaian itu bahkan melampaui standar kemenangan elektoral yang selama ini menjadi rujukan DPP Partai Golkar.
“Ketua Umum Golkar pernah menyampaikan target kemenangan sekitar 60 persen. Jika merujuk pada indikator itu, maka Hendri sudah jauh melampauinya,” tegas Suheri.
Tak hanya unggul secara elektoral, Hendri Yanto Sitorus juga dinilai memiliki nilai tambah dari sisi akademik. Ia menyandang gelar doktor dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara, dengan fokus kajian pada komunikasi publik.
“Ini kombinasi yang menarik. Hendri tidak hanya berangkat dari pengalaman politik praktis, tetapi juga memiliki basis akademik yang kuat. Ini penting bagi kepemimpinan partai modern,” jelas Suheri.
Belum lama ini, Hendri Yanto Sitorus juga menerima Medali Kejuangan 9 Windu Kemerdekaan Republik Indonesia dari Dewan Harian Nasional 45. Penghargaan tersebut dinilai semakin memperkuat posisi simbolik Hendri sebagai figur yang memiliki perhatian terhadap nilai sejarah, nasionalisme, dan kebangsaan.
Dari sisi jaringan politik, kekuatan Hendri disebut tidak berdiri sendiri. Ayahnya, H. Khairuddin Syah Sitorus, dikenal sebagai tokoh senior dengan basis massa kuat di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara. Sementara itu, adik kandung Hendri, Erni Ariyanti Sitorus, SH, M.Kn, saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Utara periode 2024–2029. Nama lain dalam lingkar keluarga, Trinovi Khairani Sitorus, B.A, tercatat sebagai Anggota DPR RI.
“Konfigurasi ini membentuk sinergi eksekutif dan legislatif, baik di tingkat daerah maupun pusat. Dalam perspektif sosiologi politik, ini adalah modal strategis bagi konsolidasi partai,” kata Suheri.
Musda Golkar Sumut mendatang dinilai sebagai momentum krusial untuk mengakhiri masa transisi kepemimpinan di tubuh Golkar Sumatera Utara. Pelaksana tugas Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia, sebelumnya menekankan pentingnya penguatan tiga pilar partai: eksekutif, legislatif, dan struktur organisasi.
Menurut Suheri Harahap, Golkar Sumut membutuhkan figur yang memiliki rekam jejak elektoral kuat, pengalaman pemerintahan, serta kemampuan merangkul berbagai faksi internal.
“Jika Golkar ingin melakukan regenerasi sekaligus menjaga stabilitas politik internal, maka figur seperti Hendri Yanto Sitorus layak diperhitungkan secara serius,” pungkasnya.
(KRO/RD/A)
















