Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Saat BRB 2025, Ratusan Ribu Pesilat SH Terate Panjatkan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

15
×

Saat BRB 2025, Ratusan Ribu Pesilat SH Terate Panjatkan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

Sebarkan artikel ini

Ponorogo, Jawa Timur – MediaViral.co

Alun-alun Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kembali menjadi saksi kegiatan akbar Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025 yang digelar oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang Ponorogo, Minggu (28/12/2025). Kegiatan religius dan kebangsaan ini diikuti ratusan ribu pendekar silat SH Terate dari berbagai daerah di seluruh Nusantara.

Example 300250

BRB Tahun 2025 mengusung tema “Mewujudkan Sinergitas Budaya dan Religi dalam Bingkai Persaudaraan.” Kegiatan ini menjadi istimewa karena dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. (Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan), Irjen Pol. R. Ahmad Nurwahid (Staf Khusus Menko PMK), Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. (Wakil Gubernur Jawa Timur), serta jajaran Forkopimda dan pimpinan PSHT Pusat Madiun.

Turut hadir R.H. Moerdjoko HW (Ketua Umum PSHT Pusat), H. Issoebijantoro, S.H. (Ketua Dewan PSHT Pusat), Hj. Lisdyarita, S.H. (Plt. Bupati Ponorogo), Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS (Dandim 0802/Ponorogo), AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H. (Kapolres Ponorogo), serta sejumlah kepala daerah, anggota DPRD, tokoh agama, dan ribuan pendekar silat dari berbagai wilayah.

Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Ponorogo, Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bumi Reog Berdzikir telah rutin dilaksanakan sejak 2017 dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini menjadi sarana doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya menjelang pergantian akhir tahun dan awal tahun. Kami juga mengajak seluruh peserta mendoakan saudara-saudara kita di wilayah Sumatera yang sedang tertimpa musibah bencana alam,” ujarnya.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H., membacakan sambutan Kapolda Jawa Timur yang menegaskan bahwa Bumi Reog Berdzikir bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

“Insan pencak silat tidak hanya dikenal sebagai insan bela diri, tetapi juga insan yang religius dan berakhlak. PSHT merupakan aset bangsa yang berperan sebagai cooling system dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh perguruan silat menunjukkan kedewasaan berorganisasi, tidak mudah terprovokasi, serta aktif bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas Jawa Timur.

Sementara itu, Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H., menyampaikan bahwa BRB digelar sebagai bentuk keprihatinan dan doa bersama atas berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

“Momentum BRB 2025 ini kita manfaatkan untuk mendoakan para korban bencana, sekaligus memohon agar Ponorogo senantiasa diberi keamanan, keselamatan, dan dijauhkan dari segala mara bahaya,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak menekankan bahwa nilai ksatria dalam pencak silat harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R.H. Moerdjoko HW menambahkan bahwa keluarga besar PSHT telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera melalui pusat dan cabang-cabang, dengan total nilai bantuan mencapai sekitar Rp5 miliar.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan PSHT Pusat H. Issoebijantoro, S.H., yang menegaskan filosofi PSHT sebagai organisasi persaudaraan sejati. Ia mengajak seluruh warga PSHT untuk menjaga persatuan, soliditas, dan loyalitas terhadap organisasi.

Dalam orasi kebangsaannya, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dudung Abdurachman mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keselamatan.

Kegiatan ditutup dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin Kyai Ansor M. Rusdi, dilanjutkan doa oleh sembilan ulama dan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Ponorogo.

(Muh Nurcholis)

Example 300x375