Ghana – MediaViral.co
Sejumlah warga di Ghana dilaporkan berbondong-bondong mendatangi delapan “bahtera” yang dibangun oleh seorang pria bernama Eboh Noah, yang mengaku sebagai nabi dan mengklaim menerima wahyu langsung dari Tuhan. Dalam klaimnya, Eboh Noah menyebutkan bahwa dunia akan berakhir pada 25 Desember melalui bencana banjir besar, dan hanya orang-orang yang berada di dalam bahtera miliknya yang diyakini akan selamat.
Sejak pernyataan tersebut menyebar luas, baik melalui pertemuan langsung maupun media sosial, sejumlah pengikut dan warga terlihat bergegas untuk mengamankan tempat di salah satu bahtera yang diklaim sebagai satu-satunya sarana keselamatan dari bencana yang diramalkan. Fenomena ini memicu perhatian publik serta menimbulkan kekhawatiran serius, terutama karena dilaporkan sebagian warga rela menjual harta benda mereka demi mengikuti ajaran dan ramalan tersebut.
Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak sosial dan ekonomi, termasuk risiko penipuan, eksploitasi kepercayaan masyarakat, serta gangguan ketertiban umum. Sejumlah tokoh masyarakat dan pengamat sosial menilai bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan warga, khususnya kelompok rentan yang mudah terpengaruh oleh klaim-klaim apokaliptik.
Pemerintah Ghana sebenarnya telah mengambil tindakan awal terhadap Eboh Noah. Pada awal tahun ini, ia sempat ditangkap sementara oleh pihak berwenang terkait pernyataan dan aktivitasnya yang menghebohkan publik. Namun, aparat keamanan kemudian membebaskannya dengan alasan bahwa klaim yang disampaikan masih berada dalam ranah keyakinan dan ekspresi keagamaan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa selama pernyataan tersebut tidak disertai dengan unsur pidana lain, seperti penipuan, pemaksaan, atau pelanggaran hukum, maka tidak dapat langsung diproses secara hukum. Meski demikian, pemerintah tetap diminta untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah terjadinya kerugian lebih besar di tengah masyarakat.
Hingga kini, aparat keamanan dan otoritas terkait di Ghana terus memantau perkembangan situasi, sembari mengimbau masyarakat agar tetap berpikir kritis, tidak mudah terprovokasi oleh klaim ramalan kiamat, serta mengutamakan keselamatan dan akal sehat dalam menyikapi isu-isu keagamaan yang menimbulkan keresahan publik. (mediaviral.co)
















