Lampung Selatan – MediaViral.co
Miris dan menyayat hati. Banjir kembali menyelimuti permukiman warga Desa Natar, khususnya di kawasan bawah flyover dan sekitar Pasar Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang kali tanpa solusi nyata dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa.
Setiap hujan deras mengguyur, air dengan cepat meluap dan merendam rumah warga, jalan, serta fasilitas umum. Dampaknya tidak hanya kerugian material, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Aktivitas warga lumpuh, barang-barang rusak, dan rasa cemas selalu menghantui setiap musim hujan tiba.
Ironisnya, persoalan utama seperti sistem drainase yang buruk dan gorong-gorong yang tidak memadai hingga kini tak kunjung mendapatkan penanganan serius. Warga menilai pemerintah Desa Natar dan instansi terkait terkesan melakukan pembiaran, seolah banjir telah dianggap sebagai hal biasa yang harus diterima masyarakat.
Padahal, slogan “pembangunan merata” terus digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Namun realitas di lapangan justru bertolak belakang. Bagi warga Natar, slogan tersebut dinilai hanya menjadi janji manis para elite politik saat masa kampanye, baik calon anggota DPRD, bupati, hingga gubernur.
“Kami hanya dibutuhkan saat pemilu. Setelah itu, penderitaan kami dilupakan,” keluh salah seorang warga yang rumahnya kembali terendam banjir.
Masyarakat Natar berharap pemerintah tidak lagi sekadar berbicara slogan dan pencitraan. Mereka menuntut tindakan nyata, perbaikan drainase yang serius, pembangunan gorong-gorong yang layak, serta solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.
Warga menegaskan, kesejahteraan bukan diukur dari baliho dan janji kampanye, melainkan dari hadirnya pemerintah saat rakyat benar-benar membutuhkan. Jika pembiaran ini terus terjadi, banjir di Natar bukan lagi bencana alam, melainkan bencana akibat kelalaian dan ketidakpedulian penguasa. (mediaviral.co)
















