Way Kanan, Lampung — MediaViral.co
Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan nilai fantastis Rp46.989.752.820,58, menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut justru terpantau dikerjakan di saluran irigasi kecil hasil gotong royong warga, bukan pada jaringan irigasi utama sebagaimana tercantum dalam judul proyek.
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan proyek yang dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan masa kontrak 55 hari kalender saat ini terfokus di Siring Bendungan Badran, Kampung Rantau Jaya, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan.
Ironisnya, Siring Bendungan Badran merupakan saluran irigasi lama yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat puluhan tahun lalu, dengan panjang sekitar 1.900 meter. Aktivitas pekerjaan di lokasi tersebut terlihat sebatas pemasangan batu belah pada saluran kecil yang sudah ada.
Namun yang mengejutkan, papan proyek nasional bernilai hampir Rp47 miliar justru terpasang di siring swadaya warga tersebut, sehingga memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat:
Di mana sebenarnya jaringan irigasi utama yang direhabilitasi?
Apakah proyek ini telah tepat sasaran sesuai perencanaan?
Warga Benarkan Lokasi Pekerjaan
Seorang warga setempat, SDR N.H, membenarkan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung berada di siring lama milik warga.
“Itu namanya Siring Bendungan Badran, panjangnya kurang lebih seribu sembilan ratus meter,” ujarnya.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa proyek yang seharusnya menyasar infrastruktur irigasi utama berskala besar, justru menyentuh saluran kecil eksisting hasil swadaya masyarakat.
Pengawas Lapangan Disebut Bernama Hafis
Sementara itu, Budi, pihak yang menyuplai material dan kebutuhan lapangan, mengungkap bahwa pengawas pembangunan di lokasi bernama Hafis.
“Saya hanya menyuplai material dan kebutuhan lapangan. Untuk pengawasnya namanya Pak Hafis,” jelasnya.
Identitas pengawas lapangan menjadi perhatian publik, mengingat proyek ini menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar yang seharusnya diawasi secara ketat agar sesuai spesifikasi teknis dan volume pekerjaan.
Anggaran Jumbo, Pekerjaan Dipertanyakan
Kondisi di lapangan memicu kecurigaan publik terkait:
Kesesuaian antara nilai proyek dan volume pekerjaan
Ketepatan sasaran pembangunan
Transparansi perencanaan dan pelaksanaan proyek
Potensi penyimpangan penggunaan anggaran negara
Sejumlah warga berharap proyek ini tidak sekadar memperbaiki saluran kecil, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi sistem irigasi dan sektor pertanian.
BBWS dan Kontraktor Belum Beri Klarifikasi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS Mesuji–Sekampung maupun PT Brantas Abipraya (Persero) belum memberikan keterangan resmi terkait ruang lingkup pekerjaan, pembagian segmen proyek, serta alasan pengerjaan di siring swadaya warga.
Masyarakat mendesak adanya audit teknis dan keuangan, serta pengawasan ketat dari aparat pengawas internal hingga lembaga penegak hukum, agar proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini tidak menimbulkan dugaan kerugian negara.
Media akan terus memantau perkembangan di lapangan dan membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak terkait. (mediaviral.co)
















