Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Ulama Aceh Dinilai Moderat dan Mengedepankan Wasathiyah

0
×

Ulama Aceh Dinilai Moderat dan Mengedepankan Wasathiyah

Sebarkan artikel ini

Medan, Sumatera Utara – MediaViral.co

Ulama Aceh dinilai memiliki pemikiran keagamaan yang moderat dan mengutamakan sikap wasathiyah. Sikap ini berarti menjalankan agama dengan seimbang, tidak berlebihan, serta tetap memperhatikan kehidupan masyarakat.

Example 300250

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA dalam sidang terbuka disertasi M. Azhaikhan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Disertasi M. Azhaikhan mengangkat tema “Wasathiyah dalam Pemikiran Tengku Dayah di Aceh.”

Menurut Prof. Syahrin, hasil kajian terhadap pemikiran ulama Aceh tidak menunjukkan adanya kecenderungan radikal. Para Tengku Dayah justru dinilai lebih mengedepankan sikap tengah dan seimbang.

“Ulama Aceh tidak ada yang radikal. Mereka lebih bersikap wasathiyah,” ujar Syahrin dalam sidang tersebut.

Sementara itu, M. Azhaikhan mengatakan penelitiannya menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Tengku Dayah di Aceh memiliki nilai wasathiyah yang kuat.

Menurutnya, para Tengku Dayah tetap berpegang teguh pada ajaran Islam, tetapi juga mampu menerapkannya dengan bijaksana dalam kehidupan masyarakat.

“Wasathiyah bukan berarti mengurangi prinsip keagamaan, tetapi menghadirkan Islam secara bijaksana, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” kata Azhaikhan.

Tengku Dayah selama ini tidak hanya berperan sebagai pengajar ilmu agama. Mereka juga menjadi tempat masyarakat meminta nasihat dan pandangan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Tradisi pendidikan Islam melalui dayah telah menjadi bagian penting dalam sejarah Aceh. Banyak ulama lahir dari lembaga pendidikan tersebut dan kemudian menjadi panutan masyarakat.

Pemikiran yang moderat dinilai penting bagi Indonesia yang memiliki masyarakat dengan berbagai suku, budaya, dan pemahaman agama. Sikap saling menghargai diperlukan agar perbedaan tidak menimbulkan konflik.

Prof. Syahrin menilai penelitian mengenai pemikiran Tengku Dayah penting untuk memahami lebih jauh tradisi keagamaan yang berkembang di Aceh.

Disertasi tersebut juga dinilai dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai moderasi beragama di Indonesia.

Sidang terbuka disertasi M. Azhaikhan dipimpin oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UINSU, Dr. Maraimbang Daulat, MA.

Melalui penelitian ini, tradisi Tengku Dayah di Aceh menunjukkan bahwa keteguhan dalam menjalankan ajaran agama dapat berjalan bersama dengan sikap moderat, damai, dan menghargai keberagaman masyarakat. (mediaviral.co)

Example 300x375