Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Tokoh Masyarakat Aceh Desak Penggantian Bacagub Bustami Hamzah: Memalukan dan Fatal Bagi Aceh

17
×

Tokoh Masyarakat Aceh Desak Penggantian Bacagub Bustami Hamzah: Memalukan dan Fatal Bagi Aceh

Sebarkan artikel ini

ACEH, KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID

Koalisi Partai Politik (Parpol) lokal dan nasional menghadapi tekanan serius dari masyarakat Aceh terkait dua bakal calon gubernur (Bacagub) yang diusung untuk Pilkada mendatang, Muzakkir Manaf dan Bustami Hamzah. Kedua Bacagub dinilai tidak layak untuk memimpin Aceh, terlepas dari perspektif manapun. Menurut Ir. M. Yusuf Sulyac, seorang tokoh masyarakat Aceh Timur, masih banyak tokoh Aceh yang lebih berpengalaman, berkompeten, dan mampu menjaga kekhususan serta penerapan syariat Islam di Aceh.

Example 300x375

Yusuf mengungkapkan kekecewaannya atas pencalonan Bustami Hamzah, yang bahkan tidak mampu membaca Al-Quran dengan benar. Ia menegaskan bahwa Parpol yang mengusung Bustami harus segera menggantinya dengan tokoh yang lebih pantas. “Bustami Hamzah yang tidak mampu membaca Al-Quran wajib diganti. Parpol yang mengusungnya tidak boleh mempertahankannya lagi. Ini bukan hanya merugikan Aceh, tetapi juga mempermalukan kekhususan dan keistimewaan Aceh,” kata Yusuf saat diwawancarai di Kota Idi, Selasa, 10 September 2024.

Ismail Ramli, ST, Ketua Alumni Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), turut menyampaikan kritik tajam terhadap ketidakmampuan Bustami Hamzah dalam membaca Al-Quran. Menurutnya, bacaan Bustami pada ujian di Masjid Raya Baiturrahman, Rabu, 4 September 2024, benar-benar kacau. “Bacaan Bustami bukan hanya banyak salah, tetapi hampir seluruhnya keliru, seolah-olah ia sedang menghafal tanpa benar-benar memahami,” ujar Ismail.

Kritik ini juga diiyakan oleh Yusuf yang menyatakan bahwa kemampuan Bustami Hamzah dalam membaca Al-Quran tidak layak untuk diluluskan oleh tim penguji. “Jika Bacagub yang tidak mampu membaca Al-Quran seperti ini dinyatakan lulus, maka ini jelas melanggar Qanun yang mewajibkan calon kepala daerah harus mampu membaca Al-Quran dengan baik. Video yang beredar menunjukkan bukti bahwa bacaan Bustami itu salah hampir secara total,” tegasnya.

Selain itu, Mujiboer, ST, seorang karyawan di anak perusahaan Pertamina, menyatakan keprihatinannya terkait pilihan calon gubernur yang dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat Aceh. “Aceh membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki pengalaman luas, tetapi juga berkomitmen terhadap penerapan syariat Islam dan kekhususan Aceh. Parpol harus segera membuka mata dan mengganti calon yang tidak layak sebelum merugikan masa depan Aceh,” ujarnya.

Ketiga tokoh ini sepakat untuk mendesak agar Bustami Hamzah digantikan oleh Parpol pengusungnya dengan figur yang lebih berkompeten. Mereka juga menyerukan aksi boikot terhadap Pilkada jika kedua calon yang dianggap tidak layak tetap dipertahankan. Mereka mengajak masyarakat untuk menyuarakan pesan tegas dengan mencoblos kedua gambar pasangan Bacagub sekaligus, dan menuliskan pesan perlawanan di kertas suara.

“Jika Parpol tetap memaksakan calon yang tidak layak, ini sama saja dengan mempermalukan penerapan syariat Islam dan kekhususan Aceh. Aceh lebih baik merdeka daripada dipimpin oleh figur-figur yang tidak pantas,” pungkas Yusuf, Ismail, dan Mujiboer sepakat. (koranpemberitaankorupsi.id)

Example 300250