Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis Lingkar Barat Senilai Rp199,6 Juta Dipertanyakan, Diduga Gunakan Kayu Berkualitas Rendah

88
×

Rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis Lingkar Barat Senilai Rp199,6 Juta Dipertanyakan, Diduga Gunakan Kayu Berkualitas Rendah

Sebarkan artikel ini

Bengkulu — MediaViral.co

Pekerjaan rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis di kawasan Lingkar Barat, Kota Bengkulu, menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp199.642.512,00 atau hampir Rp200 juta itu diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Example 300250

Berdasarkan pantauan di lokasi pekerjaan, masyarakat menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian. Material kayu yang digunakan sebagai alas reng diduga merupakan kayu berkualitas rendah dan dinilai kurang tahan lama. Selain itu, sebagian reng lama disebut masih digunakan kembali dan tidak seluruhnya diganti dengan material baru.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas material dan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

“Kami heran, dananya hampir Rp200 juta, tetapi kayu yang terlihat di lapangan kualitasnya biasa saja. Reng bekas juga masih banyak yang digunakan kembali. Ini perlu diperiksa agar jelas apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi,” ungkap salah seorang warga yang memantau pekerjaan tersebut.

Nilai Proyek Hampir Rp200 Juta

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan rehabilitasi Rumah Dinas Paramedis tersebut dikelola oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Pelaksana pekerjaan adalah CV. Elsafirajaya, sedangkan pengawasan dilakukan oleh PT. Nirwana Putra Engineering.

Pekerjaan dimulai pada 9 September 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender, yakni pada 7 Desember 2026.

Dengan nilai anggaran yang mendekati Rp200 juta, masyarakat berharap seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku. Penggunaan material yang sesuai standar dinilai penting agar bangunan memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Masyarakat Minta Pemeriksaan dan Audit

Masyarakat meminta Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan pihak terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah material yang digunakan, termasuk kayu untuk alas reng, telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan dalam kontrak pekerjaan.

Selain itu, masyarakat juga berharap aparat pengawasan terkait dapat melakukan evaluasi atau audit apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan serta mencegah potensi kerugian keuangan daerah apabila nantinya ditemukan pelanggaran.

Meski demikian, dugaan penggunaan material berkualitas rendah dan pemanfaatan kembali reng lama tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis di lapangan serta pencocokan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi pekerjaan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, CV. Elsafirajaya selaku pelaksana, maupun PT. Nirwana Putra Engineering selaku pengawas terkait dugaan tersebut. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait diperlukan untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Media Viral tetap membuka ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi, penjelasan, maupun hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku. (mediaviral.co)

Example 300x375