Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Peredaran Tramadol–Eximer Diduga Marak di Batujajar, Aparat Diminta Tidak Tutup MataWarung Kelontong Disinyalir Jadi Kedok, Warga Resah: “Sudah Terang-Terangan, Tapi Tidak Ada Penindakan”

16
×

Peredaran Tramadol–Eximer Diduga Marak di Batujajar, Aparat Diminta Tidak Tutup MataWarung Kelontong Disinyalir Jadi Kedok, Warga Resah: “Sudah Terang-Terangan, Tapi Tidak Ada Penindakan”

Sebarkan artikel ini

Bandung Barat, Jawa Barat — MediaViral.co

Dugaan peredaran obat keras daftar G—khususnya Tramadol dan Eximer—di kawasan Jl. Cangkorah, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kini memicu kegelisahan warga. Aktivitas ilegal tersebut disebut berlangsung berulang-ulang di sebuah warung kelontong yang diduga kuat hanya dijadikan kedok transaksi. Ironisnya, hingga kini belum terlihat upaya penindakan dari aparat di wilayah hukum Polsek Batujajar, Polres Cimahi.

Example 300250

Hasil penelusuran lapangan dan keterangan sejumlah warga menunjukkan pola transaksi yang cukup mencolok. Anak-anak muda terlihat keluar masuk warung dengan cara yang hampir serupa setiap harinya. Beberapa di antaranya datang menggunakan sepeda motor tanpa mematikan mesin, menerima barang dari balik etalase, lalu pergi dalam hitungan detik—indikasi umum transaksi obat keras ilegal.

Seorang warga yang beberapa kali mengamati aktivitas tersebut mengaku heran mengapa praktik tersebut seolah dibiarkan.

“Saya sering lihat anak muda datang ke lapak itu. Setelah saya perhatikan, ternyata mereka ambil Tramadol. Jelas-jelas terlihat, tapi tidak ada tindakan apa pun,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Ia menambahkan, warga sudah sangat lelah dengan situasi tersebut dan berharap aparat penegak hukum lebih sigap menangani.

“Sudah berkali-kali terjadi. Tolong diusut, jangan sampai ada korban dulu baru bergerak,” katanya menegaskan.

Nada serupa disampaikan EJ (37), warga lain yang geram karena warung itu tetap beroperasi seperti biasa meski sudah lama dicurigai sebagai titik peredaran obat keras.

“Ini bukan kasus baru. Warga sudah lama tahu aktivitas itu. Warung hanya jadi kamuflase. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan tegas,” ujarnya.

Menurut EJ, yang membuat warga semakin kecewa adalah fakta bahwa peredaran obat keras golongan G termasuk pelanggaran serius yang memiliki dampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama remaja.

“Ini bukan jualan rokok atau minuman dingin. Ini obat keras. Anak-anak muda bisa rusak karena ini. Harusnya aparat bertindak cepat, bukan diam,” katanya.

Berkembang Zaman, Modus Sama

Berdasarkan pemantauan warga, dugaan transaksi dilakukan secara low profile namun pola dan intensitasnya menunjukkan indikasi kuat adanya operasi penjualan obat ilegal. Pembeli didominasi anak-anak muda, sebagian bahkan masih di bawah umur. Transaksi dilakukan singkat, seolah sudah diatur mekanismenya.

Salah satu warga bahkan menyebut beberapa kali melihat pengelola warung memberikan “bungkusan kecil” dari balik meja setelah pembeli berbisik.

“Kalau dilihat sekilas memang seperti jualan biasa, tapi perilaku pembelinya tidak normal untuk warung sembako,” ujar seorang warga lain.

Pertanyaan Besar: Di Mana Pengawasan?

Penjualan Tramadol dan Eximer tanpa resep dokter merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan dan peraturan turunannya. Praktik ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan generasi muda yang rentan terhadap penyalahgunaan obat.

Warga mempertanyakan kinerja aparat di tingkat Polsek, mengingat lokasi warung berada di jalan utama dan aktivitasnya cukup kasat mata. Dugaan dibiarkannya aktivitas ilegal tersebut membuat publik bertanya-tanya apakah ada pembiaran, kelalaian, atau minimnya pengawasan.

Harapan Warga: Tindakan Tegas, Bukan Janji

Warga Jl. Cangkorah Giriasih berharap aparat kepolisian—khususnya Polsek Batujajar—melakukan penyelidikan menyeluruh, penindakan tegas, serta menutup celah praktik peredaran obat ilegal di wilayah tersebut.

“Kami tidak ingin ada korban overdosis, tidak ingin anak-anak kami terjerumus. Ini harus dihentikan,” kata seorang tokoh warga.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian terkait laporan dan keluhan warga.

Namun warga menegaskan, jika aparat tidak segera bertindak, mereka mempertimbangkan untuk melayangkan laporan resmi dan membuka informasi ini secara lebih luas kepada pihak berwenang di tingkat kabupaten maupun provinsi. (mediaviral.co)

Example 300x375