Lampung Utara — MediaViral.co
Kondisi infrastruktur jalan di Desa Negara Bumi, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara, kembali menyita perhatian publik. Hampir seluruh ruas jalan desa tampak rusak berat, ditandai permukaan berlubang, batu-batu berserakan, serta genangan lumpur yang semakin parah setiap kali hujan turun. Minimnya talut dan saluran drainase membuat air mengalir tanpa arah, menggerus badan jalan dan memperburuk akses warga.
Di sejumlah titik, jalan bahkan tampak seperti aliran sungai kecil. Anak-anak terpaksa melintasi genangan lumpur untuk berangkat sekolah, sementara warga dewasa harus berhati-hati agar tidak tergelincir.
“Musim hujan itu seperti mimpi buruk. Jalan berubah jadi tempat aliran air. Mau lewat saja sulit,” ujar seorang warga, Jumat (14/11/2025).
Kerusakan Berlarut, Minim Penanganan
Warga berinisial HB menyebut, kerusakan jalan ini bukan hal baru. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tujuh tahun tanpa perbaikan signifikan.
“Dari tahun 2016 sampai 2022, jalan ini tidak pernah diaspal lagi. Bekas aspal lama dari zaman Kepala Desa Hendra Surya masih ada sedikit. Setelah itu, tidak ada perbaikan apa pun. Talut pun hanya dibangun sebagian, tidak pernah menyentuh dusun kami,” kata HB.
Ia menyoroti bahwa meski Dana Desa (DD) cair setiap tahun, kondisi jalan tetap memburuk. “Dana desa turun tiap tahun, tapi fasilitas tetap rusak. Makin lama makin hancur,” ujarnya.
Aspirasi Warga Belum Direspons
Berbagai upaya penyampaian keluhan telah dilakukan warga kepada pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
“Kami tidak menuntut jalan seperti jalan nasional. Cukup jalan layak dilalui. Sekarang ini saja untuk lewat rasanya seperti bertaruh keselamatan,” ujar warga lainnya.
Jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat turut terdampak. Akses menuju pasar, sekolah, hingga pelayanan kesehatan kerap terganggu akibat kondisi jalan yang semakin sulit dilalui kendaraan.
Desakan Audit Dana Desa
Kekecewaan warga kemudian mengarah pada tuntutan lebih serius. Mereka mendesak Inspektorat Kabupaten Lampung Utara untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa di Desa Negara Bumi sejak periode 2016–2022.
“Kalau ada penyimpangan, aparat penegak hukum harus turun tangan. Uang negara itu untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pihak tertentu,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Tuntutan audit ini mencerminkan ketidakpercayaan warga terhadap tata kelola dana desa yang selama ini dianggap kurang transparan dan tidak menghasilkan pembangunan infrastruktur yang memadai.
Belum Ada Klarifikasi Pemerintah
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Negara Bumi maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Utara belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi jalan tersebut ataupun desakan audit dari warga.
Kondisi memprihatinkan di Desa Negara Bumi menambah panjang daftar persoalan infrastruktur pedesaan di Lampung Utara, wilayah yang sering menjadi sorotan publik terkait efektivitas penggunaan Dana Desa. Minimnya perbaikan infrastruktur dasar menjadi ironi di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan desa. (mediaviral.co)
















