Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Ketua DPC Laskar Lampung Indonesia Soroti Irigasi Way Rarem, Minta PSDA Lampung Bertindak Cepat

65
×

Ketua DPC Laskar Lampung Indonesia Soroti Irigasi Way Rarem, Minta PSDA Lampung Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara – MediaViral.co

Menanggapi keluhan masyarakat yang membutuhkan suplai air untuk persawahan, Ketua DPC Ormas Laskar Lampung Indonesia (LLI) Kabupaten Lampung Utara meminta Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung agar segera merespons kondisi saluran irigasi Bendungan Way Rarem.

Example 300250

Sorotan tersebut diarahkan pada saluran irigasi di Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, yang dilaporkan dipenuhi semak belukar dan gulma. Kondisi ini terlihat sepanjang saluran mulai dari Sipon 1 hingga wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang diduga kuat tidak mendapat perawatan rutin dari dinas terkait.

Ketua DPC LLI Lampung Utara, Adi Candra, S.E., menyayangkan kondisi saluran irigasi yang tampak tidak terawat sehingga berdampak langsung terhadap jadwal Musim Tanam (MT) I tahun ini yang terpaksa diundur di sejumlah wilayah.

“Dampaknya jelas, petani mengalami kerugian karena minimnya suplai air ke areal persawahan,” ujar Adi Candra kepada awak media, Minggu (1/2/2026).

Ia menegaskan, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin petani akan mengalami gagal panen. Selain itu, target program pemerintah dalam mewujudkan swasembada padi, khususnya di wilayah Lampung Utara dan Tulang Bawang Barat, dikhawatirkan tidak akan tercapai secara maksimal.

“Kami meminta hal ini menjadi perhatian serius pemerintah dan PSDA Lampung. Jangan sampai petani terus menjadi korban akibat lemahnya perawatan infrastruktur irigasi,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang warga kepada awak media. Ia mengaku sangat bergantung pada sektor pertanian, khususnya persawahan, sebagai sumber utama penghasilan keluarga.

“Kami masyarakat kecil sangat mengharapkan suplai air yang lancar agar tanaman padi bisa tumbuh maksimal sampai panen. Kalau air kurang, hasilnya pasti tidak maksimal dan kami bisa merugi,” ujarnya.

Warga tersebut juga mempertanyakan transparansi dan keberadaan anggaran perawatan saluran irigasi.

“Apakah memang tidak ada anggaran rutin dari pemerintah atau PSDA Lampung untuk membersihkan gulma dan tanaman liar yang sudah menyumbat aliran air di bantaran sungai ini?” tutupnya.

Penulis: ABUNG

Example 300x375