Lampung Barat – MediaViral.co
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, resmi melaunching Kekuhan (kentongan bambu) sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal, Kamis, 12 Februari 2026.
Peresmian berlangsung di SMPN 1 Liwa, ditandai dengan pemukulan Kekuhan yang dipimpin langsung oleh Bupati Parosil Mabsus dan diikuti seluruh tamu undangan yang hadir.
Menurut Parosil, diresmikannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai historis, Kekuhan pada masa lalu merupakan alat komunikasi utama antarwarga sebelum perkembangan teknologi modern.
“Sebelum berkembangnya zaman, Kekuhan merupakan alarm masyarakat yang menyampaikan berita penting, termasuk penanda masuk waktu ibadah salat,” kata Parosil Mabsus.
Meski saat ini teknologi komunikasi semakin modern, Parosil berharap Kekuhan tetap menjadi alat komunikasi efektif untuk menyampaikan informasi penting di tengah masyarakat.
“Meskipun sudah memasuki zaman modern, kearifan lokal di Lampung Barat harus tetap dipertahankan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Lampung Barat merupakan daerah rawan bencana karena sebagian wilayahnya berupa perbukitan dan dilalui Sesar Semangko. Karena itu, keberadaan sistem peringatan dini berbasis masyarakat dinilai sangat penting.
“Kentongan merupakan alat tradisional yang dapat digunakan dalam situasi apa pun. Jika terjadi bencana, Kekuhan dapat digunakan untuk memberi informasi kepada masyarakat dengan harapan tidak terjadi korban jiwa,” terangnya.
Bupati dua periode itu juga menyoroti program Gubernur Lampung, Mirzani Djausal, yakni “Kamis Beradab”. Ia meminta jajaran pemerintah daerah untuk mendukung dan mematuhi kebijakan tersebut.
“Sebagai bentuk dukungan kepada program Gubernur Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan setiap hari Kamis menggunakan batik khas Lampung dan Injang Miwang (sarung tapis),” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo, menjelaskan bahwa ditetapkannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal merupakan bentuk dukungan terhadap komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus–Mad Hasnurin, dalam mewujudkan kabupaten tangguh bencana.
Ia memaparkan terdapat tujuh pola ketukan komunikasi pada Kekuhan sebagai tanda peringatan:
- Tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan ada warga meninggal dunia.
- Dua ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya kemalingan.
- Tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan terjadinya kebakaran rumah.
- Empat ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya bencana alam seperti banjir, longsor, dan lainnya.
- Lima ketukan pendek selama tiga kali menandakan kemalingan ternak.
- Satu ketukan pendek dilanjutkan sepuluh ketukan panjang, ditutup satu ketukan pendek, sebagai tanda memanggil gotong royong.
- Ketukan panjang yang dilakukan berulang-ulang menandakan kondisi bahaya atau darurat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mad Hasnurin, Ketua DPRD Edi Novial, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta dewan guru. (Candra)
















