Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah — MediaViral.co
Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Theodorus Priyo Santosa, S.I.K., menggelar kegiatan coffee morning bersama komunitas ojek online (Ojol) di Kantor Satpas Satlantas Polres Kobar, Jumat (21/11/2025) pagi. Acara yang diklaim sebagai upaya mempererat sinergi ini dihadiri sekitar 60 pengojek serta jajaran PJU Polres Kobar.
Namun di balik suasana santai dan penuh keakraban itu, muncul sejumlah pertanyaan kritis dari berbagai pihak mengenai efektivitas dan tujuan sebenarnya dari kegiatan tersebut. Pasalnya, para pengemudi ojek online di wilayah Kobar kerap menghadapi persoalan mendasar — mulai dari penindakan tilang yang dianggap tebang pilih, parkir liar yang meresahkan, hingga kurangnya fasilitas pendukung keselamatan lalu lintas.
Data Anggota dan Kelengkapan Dokumen: Arahan atau Sindiran Terselubung?
Dalam sambutannya, Kapolres mendorong agar setiap komunitas mendata anggotanya secara lengkap serta memastikan dokumen kendaraan para pengojek sah dan valid.
“Kami mendorong agar setiap komunitas mendata anggotanya secara lengkap, serta memastikan seluruh pengemudi ojek memiliki dokumen kendaraan yang sah dan lengkap. Ini penting demi keselamatan serta ketertiban di jalan raya,” ujar Kapolres.
Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya: apakah imbauan ini merupakan bentuk perhatian, atau sindiran halus terhadap masih banyaknya keluhan di lapangan terkait pemeriksaan mendadak yang dinilai tidak konsisten?
Beberapa pengojek sebelumnya mengaku sering mengalami penindakan mendadak tanpa sosialisasi, sementara di sisi lain, banyak pelanggaran lalu lintas lain dibiarkan begitu saja.
Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri — Tapi Komitmennya Dipertanyakan
Kapolres menegaskan bahwa Polri membutuhkan dukungan masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas. Namun, sinergi itu tentu harus berbanding lurus dengan transparansi, konsistensi penegakan hukum, serta respons cepat terhadap aduan yang selama ini disuarakan para pengojek.
Sejumlah pengojek yang hadir enggan berkomentar secara terbuka, namun beberapa di antaranya mengungkapkan harapan agar kegiatan semacam ini tidak sekadar seremoni tanpa tindak lanjut nyata.
Apresiasi dari Perwakilan Ojol: Sekadar Formalitas?
Perwakilan komunitas ojol, Apik, menyatakan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Meski demikian, belum ada penjelasan jelas dari pihak kepolisian mengenai program konkret yang akan dilakukan untuk menjawab problem yang selama ini menghambat aktivitas para pengojek di lapangan.
Simbolik Tanpa Solusi?
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama — sebuah momen yang seringkali menjadi penanda kegiatan formalitas. Tanpa komitmen nyata, potret kebersamaan itu justru dikhawatirkan hanya menjadi dokumentasi rutin tanpa dampak strategis.
Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi benar-benar membuka ruang komunikasi dua arah yang jujur dan solutif antara kepolisian dan komunitas ojek online dalam mewujudkan Kamtibmas yang lebih aman dan tertib di Kobar. (mediaviral.co)
















