Nabire, Papua – MediaViral.co
Aparat gabungan TNI–Polri menggelar konferensi pers terkait perkembangan penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire. Kegiatan berlangsung di Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT.
Operasi tersebut merupakan bagian dari Operasi Damai Cartenz 2026 yang melibatkan Satgas Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI. Penindakan dilakukan setelah aparat mendeteksi aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.
Hadir Pejabat TNI–Polri
Konferensi pers dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Wakapolda Papua Tengah Gustav Robby Urbinas, Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. I Gede Era Adhinata, Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Patria Yuda Rahadian, serta Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu.
Kontak Tembak di Kali Nabarua
Menurut Wakapolda Papua Tengah, penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kelompok bersenjata yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan mendirikan camp di sekitar Kali Nabarua.
“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ujar Gustav.
Setelah penguasaan lokasi, kelompok bersenjata dilaporkan melarikan diri ke hutan dan masih dalam pengejaran aparat.
Ratusan Amunisi dan Uang Tunai Diamankan
Dari lokasi camp, aparat gabungan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
561 butir amunisi berbagai kaliber
10 magazen
12 unit telepon genggam
5 unit alat komunikasi
Uang tunai puluhan juta rupiah
Bendera dan perlengkapan lainnya
Tiga tas berisi perlengkapan kelompok
Sebagian magazen dan telepon genggam disebut merupakan hasil rampasan dari sejumlah insiden sebelumnya, termasuk kejadian di Lagari dan Kilometer 128 pada 2025.
Pendalaman terhadap asal-usul amunisi serta sumber dana tunai masih dilakukan oleh tim gabungan.
Satu Anggota TNI Terluka
Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan bahwa dalam kontak tembak tersebut satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil (rekoset) di betis kanan.
“Anggota langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius dan diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu membaik,” jelasnya.
Imbauan Aparat
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.
Aparat gabungan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire.
Hingga saat ini, penyisiran masih dilakukan di sekitar Kali Nabarua guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. (mediaviral.co)
















