Lampung Utara — MediaViral.co
Kondisi infrastruktur jalan di Desa Negara Batin Satu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, memprihatinkan. Hampir seluruh ruas jalan desa rusak berat, hanya menyisakan batu-batu berserakan bercampur tanah dan lubang besar yang menghambat aktivitas warga.
Ketika musim hujan tiba, jalan desa berubah menjadi kubangan lumpur. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, sementara warga harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok di genangan lumpur yang memenuhi jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada tanda-tanda perbaikan berarti. Warga berinisial WK menyebut, kondisi ini telah berlangsung selama lebih dari delapan tahun tanpa adanya perhatian dari pemerintah.
“Jalan ini rusak parah, tidak pernah diaspal sama sekali. Dari tahun ke tahun makin hancur. Padahal dana desa cair setiap tahun, tapi hasilnya begini-begini saja,” ujar WK dengan nada kecewa, Rabu (12/11/2025).
Menurut warga, kerusakan terjadi hampir di seluruh wilayah desa, termasuk jalan utama yang menjadi akses vital kegiatan masyarakat. Mereka sudah berulang kali menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah maupun pusat melakukan perbaikan, namun belum ada respons nyata.
“Kami tidak minta jalan mulus seperti jalan tol, cukup jalan yang layak dilalui. Sekarang ini, mau lewat saja susah,” kata warga lainnya.
Kekecewaan warga pun meluas. Mereka mendesak Inspektorat Kabupaten Lampung Utara untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa (DD) di Desa Negara Batin Satu sejak tahun 2019 hingga 2025.
“Kalau ada penyimpangan atau korupsi, aparat penegak hukum harus turun tangan. Uang negara itu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kesejahteraan rakyat,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Negara Batin Satu maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Utara belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga dan desakan audit tersebut.
Kondisi jalan yang rusak parah di Desa Negara Batin Satu menambah panjang daftar persoalan infrastruktur pedesaan di Lampung Utara, yang kerap menjadi sorotan publik terkait efektivitas penyaluran dan penggunaan dana desa di tingkat akar rumput. (mediaviral.co)
















