Sukamara, Kalimantan Tengah – MediaViral.co
Publik Kabupaten Sukamara kembali dibuat geleng kepala. Seorang oknum pejabat tinggi daerah diduga menelan ludahnya sendiri terkait larangan pengerjaan proyek di akhir tahun anggaran.
Ironisnya, sosok yang kini disorot publik ini pernah dengan lantang berpidato di depan kamera, menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun pekerjaan proyek dikerjakan di akhir tahun, meskipun proyek tersebut belum rampung. Video pernyataan tersebut sempat viral dan dijadikan simbol ketegasan serta komitmen bersih dari praktik buruk birokrasi.
Namun kenyataan berkata lain.
Fakta di lapangan justru membantah keras statemen tersebut. Sejumlah proyek di Kabupaten Sukamara diduga tetap dikerjakan di penghujung tahun, bahkan ada yang tidak selesai sesuai kontrak namun tetap dipaksakan berjalan. Kondisi ini memicu kekecewaan publik dan menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran sistematis.
Seorang warga Sukamara yang enggan disebutkan namanya meluapkan kekesalannya tanpa tedeng aling-aling.
“Ini sudah keterlaluan. Kalau pejabatnya saja tidak konsisten dengan ucapannya sendiri, jangan salahkan masyarakat kalau kepercayaan sudah habis,” tegasnya.
Ia bahkan menilai pernyataan tegas sang pejabat di awal jabatan patut diduga hanya sandiwara politik.
“Jangan-jangan itu cuma pencitraan murahan. Omongannya keras, tapi praktiknya lembek. Topeng moral untuk menutupi bobroknya pengelolaan proyek,” tandasnya.
Publik kini mempertanyakan: siapa yang diuntungkan dari proyek-proyek yang tetap dipaksakan di akhir tahun? Apakah ada pihak tertentu yang dilindungi? Ataukah pengawasan memang sengaja dilemahkan?
Jika benar larangan tersebut dilanggar, maka statemen sang pejabat tak lebih dari slogan kosong tanpa keberanian menegakkan aturan, bahkan berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas anggaran negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Sikap diam ini justru semakin memperkuat dugaan publik bahwa janji hanya menjadi alat pencitraan, sementara praktik lama terus dilanggengkan.
Masyarakat Sukamara kini menuntut jawaban, bukan basa-basi. Jika pejabat tinggi daerah tak mampu menepati ucapannya sendiri, maka wajar jika publik mempertanyakan: masih layakkah ia dipercaya memimpin?
Media ini akan terus mengawal dan membuka tabir dugaan penyimpangan ini sampai terang-benderang. (mediaviral.co)
















