Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Berpidato di PBB, Wilson Lalengke Serukan Aksi Dunia Akhiri Krisis Kemanusiaan di Kamp Pengungsi Tindouf

13
×

Berpidato di PBB, Wilson Lalengke Serukan Aksi Dunia Akhiri Krisis Kemanusiaan di Kamp Pengungsi Tindouf

Sebarkan artikel ini

New York – MediaViral.co

Aktivis hak asasi manusia dan jurnalis asal Indonesia, Wilson Lalengke, kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Dalam sidang Komite Keempat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Rabu (8/10/2025), ia menyerukan tindakan nyata komunitas internasional untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di kamp pengungsi Tindouf, Aljazair.

Example 300250

Dalam pidatonya yang menyentuh hati, Wilson menyoroti penderitaan panjang yang dialami rakyat Sahrawi di bawah kendali Front Polisario. Ia menegaskan pentingnya penyelidikan independen internasional terhadap berbagai laporan pelanggaran HAM yang terjadi di kamp-kamp tersebut, termasuk dugaan eksekusi di luar hukum, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan sistemik.

“Keheningan suara masyarakat internasional yang menyelimuti penderitaan masyarakat Sahrawi harus diakhiri,” tegas Wilson, yang juga merupakan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012.
“Kita harus memastikan perlindungan bagi mereka yang tidak berdaya.”

Mewakili organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson juga menyerahkan petisi resmi kepada PBB berisi tiga tuntutan utama:

  1. Investigasi independen yang dipimpin langsung oleh PBB atas dugaan pelanggaran HAM di kamp Tindouf.
  2. Proses hukum terhadap semua pelaku yang terlibat dalam kekerasan dan pelanggaran.
  3. Perlindungan penuh bagi para pengungsi Sahrawi agar terbebas dari ketakutan dan penindasan.

Dalam pernyataannya yang penuh tekanan moral, lulusan pascasarjana Global Ethics, University of Birmingham (Inggris) ini menegur keras sikap pasif dunia internasional.

“Diam berarti terlibat membiarkan tragedi kemanusiaan itu terjadi!” ujarnya lantang di hadapan para diplomat dan perwakilan masyarakat sipil yang hadir di Ruang Konferensi 4, Markas Besar PBB.

Wilson juga mengingatkan bahwa hukum internasional harus ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk di wilayah paling terpencil di dunia.

“Populasi pengungsi di Kamp Tindouf berhak atas keadilan, martabat, dan harga diri, serta bebas dari rasa takut,” tutupnya dengan nada tegas.

Pidato Wilson Lalengke menjadi salah satu sorotan dalam sidang Komite Keempat PBB yang tengah membahas isu dekolonisasi dan dampak kemanusiaan di kawasan Sahara. Kehadirannya dinilai memperkuat suara masyarakat sipil global dalam memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia.

Rekaman lengkap pidato Wilson Lalengke di Markas Besar PBB dapat disaksikan melalui kanal resmi UN Web TV.

(TIM Redaksi)

Example 300x375