Bandar Lampung – MediaViral.co
Gelombang pasang atau banjir rob kembali melanda sejumlah wilayah pesisir di Kota Bandar Lampung pada Kamis malam (6/11), sekitar pukul 18.30 WIB. Air laut yang meluap merendam permukiman warga di kawasan rendah, terutama di Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bumi Waras, dan Teluk Betung Barat.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, beberapa titik terdampak di antaranya berada di:
Jl. Ikan Sepat Gg. Haji Hamid 2, RT 042–046 LK III, Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan.
Jl. Ikan Bawal RT 028 LK III (Pasar Gudang Lelang), Kelurahan Kangkung, Bumi Waras.
Belakang Puskesmas Sukaraja, Kelurahan Sukaraja, Bumi Waras.
Jl. Teluk Bone, Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat.
Tim BPBD bersama aparat kelurahan dan dinas terkait telah berada di lokasi sejak malam untuk melakukan asesmen dan membantu warga terdampak.
“Petugas sudah kami turunkan sejak malam untuk memantau kondisi lapangan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir rob beberapa hari ke depan,” ujar Wahyu Hidayat, Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Jumat (7/11).
Hingga pukul 21.30 WIB, genangan air di beberapa titik mulai surut. Namun BPBD menilai potensi banjir rob masih mungkin terjadi, terutama saat puncak pasang air laut bertepatan dengan curah hujan tinggi.
Fase Hidrometeorologi Basah Dimulai
Wahyu menjelaskan, fenomena banjir rob kali ini merupakan bagian dari fase hidrometeorologi basah yang melanda sebagian besar wilayah Lampung sejak pertengahan Oktober.
“Musim hujan di Lampung telah dimulai sejak dasarian kedua Oktober, sekitar 11 Oktober 2025. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2026,” katanya.
Kondisi geografis Teluk Lampung yang dikelilingi daratan rendah menyebabkan sejumlah kawasan pesisir menjadi langganan genangan saat air laut pasang bersamaan dengan hujan deras.
BPBD mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah padat penduduk seperti Pesawahan, Kangkung, Sukaraja, dan Kota Karang. Langkah mitigasi sederhana seperti pembersihan drainase, peninggian lantai rumah, serta kesiapan evakuasi diharapkan dapat menekan risiko kerugian.
“Peringatan dini sudah kami sampaikan melalui lurah dan camat. Kami minta masyarakat tidak panik, tetapi tetap siaga,” tegas Wahyu.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memperbarui informasi pasang surut air laut dan potensi cuaca ekstrem.
Dengan pola cuaca basah yang diperkirakan berlangsung panjang, BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman banjir rob yang menjadi siklus tahunan di pesisir Teluk Lampung.
(Redaksi | Mediaviral.co)
















