Jayapura / Papua, koranpemberitaankorupsi.id
Rabu 2 Juli 2025, pekerjaan bongkar muat diterminal Peti Kemas pertigaan lampu merah Hamadi yang disoroti masyarakat, kini jadi perhatian LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Papua, Yerri Basri Mak,SH.,MH.
Guna melengkapi pemberitaan sebelumnya terkait resiko dari aktivitas bongkar muat kontainer milik tiga perusahan, yang mana dua perusahan dimaksud adalah PT Spil dan Temas yang disebutkan bekerjasama dengan PT Asri Raya sebagai penyedia, sementara PT Tanto memilih sendiri namun berkordinasi dengan pihak penyedia jasa dan juga Pelindo.
Bertolak dari itu, Yerri bersama awak media pada selasa siang, (1/7/25) mendatangi kantor PT Pelindo Regional 4 Jayapura guna mendapatkan kejelasan. Alhasil, keteranganpun diberikan oleh Ramdan Affan Kyai Demak selaku General Manager didampingi stafnya bernama Raimon yang juga memangku jabatan penting diperusahan itu.
Ramdan (GM) yang terlihat welcome dan bersahabat kepada awak media saat itu menuturkan bahwa, pihaknya hanya berfokus pada aktivitas di dalam area pelabuhan seperti, pelayanan bongkar muat dari kapal hingga penyerahan ke pemilik barang beserta pelayanan operasional lainnya, juga layanan keluar masuknya kapal menjadi tanggung jawab Pelindo.
” Kalau persoalan diterminal peti kemas di Depo Hamadi bukan tanggungjawab kami. Kalian bisa berkordinasi dengan pihak Asri Raya yang menangani seluruh aktivitas didalamnya, bersama dua perusahan yang bekerjasama dengannya. Dan satu lagi adalah PT Tanto yang berlokasi tepatnya dipertigaan lampu merah Hamadi, ” ujar Ramdan.
Ia juga tidak mengelak terkait hubungan kerjasama antara pihak Pelindo dan perusahan lainnya, namun konsentrasi kerja hanya terpusat di area pelabuhan tidak diluar itu. Dan terkait resiko serta dampak yang ditimbulkan dari keluar masuknya kendaraan kontainer juga sorotan masyarakat mengenai lokasi yang dipandang tidak strategi menurutnya, akan menjadi perhatian bersama.
Ramdan menambahkan, kaitan dengan sorotan masyarakat dan lsm, semuanya kembali pada pemilik lahan dan pemerintah tetapi butuh pertimbangan mengingat jarak yang jauh bisa berdampak pada naiknya harga pasar.
Dihari yang berbeda, ketua lsm bersama media ini mendatangi kantor PT Asri Raya di Hamadi guna memperoleh tambahan keterangan. Dan dari keterangan Candra yang mengaku sebagai staf penanggungjawab mengatakan, kalau pihaknya bekerjasama dengan dua perusahan yakni, PT Spil dan PT Temas.
” Kami sebagai penyedia lahan bekerjasama dengan PT Spil dan PT Temas, sedangkan PT Tanto itu sendiri. Kalau terkait dengan informasi keluhan warga masyarakat agar kita mencari lahan baru bisa saja, tetapi pelayarannya tidak boleh lebih dari 5km dari pelabuhan agar jangkauan distribusipun mudah. Pertimbangan lain, kalau terminal peti kemas dipindahkan ketempat yang lebih dari lima kilometer, artinya lebih jauh. Ini bisa berimbas pada naiknya harga barang dan sebagainya,” tutur Candra.
Sementara itu informasi tambahan dari PT Tanto dalam hal ini pak Yudi, saat ditemui menuturkan kalau perusahannya sangat memahami akibat dari aktivitas peti kemas miliknya maka, dibuatnya Paving block atau Konblock. Tujuannya, agar memberi kenyamanan pada karyawan, pada penjalan kaki, tetapi juga bagi pengendara. Lebihnya untuk memperindah tampilan area dan mengurangi debu beterbangan.
Yudi juga menyampaikan hal yang sama diucapkan pak Candra, kalau mereka tidak keberatan bilamana peti kemas dipindahkan kembali ke pelabuhan atau ke tempat lain. Tetapi melihat jumlah kontainer yang begitu banyak maka akan mempersempit ruang gerak dan akan terjadi pembengkakan biaya operasional, tentu berpengaruh pada produsen yang mengharuskan naiknya harga jual. Hal tersebut menjadi indikator sebagai bahan pertimbangan karena dampaknya akan seperti itu.
Yerri Basri Mak,SH.,MH aktivis juga sebagai Ketua LSM WGAB yang pro terhadap pengaruh lingkungan sangat berterima kasih atas perhatian dan kerjasama yang diberikan, baik dari pihak Pelindo Regional 4 Jayapura maupun dari ke empat perusahan yang berkepentingan, yang mana telah meluangkan waktu untuk memberikan keterangan informasi.
” Kami lsm menyampaikan terima kasih kepada PT Pelindo Regional 4 Cabang Jayapura, dalam hal ini pak Ramdan sebagai General Manager, Raimon dan Teguh dan juga kepada pihak perusahaan, baik PT Asri Raya (Candra) yang mewakili, Spil dan juga Tanto. Harapan kami, pihak perusahaan dalam beraktivitas tolong diperhatikan keselamatan kerja karyawan, entah di pelabuhan atau di terminal peti kemas, juga keselamatan para pengguna jalan tolong diperhatikan,” pintanya
Yerri juga mengatakan, kalau dirinya akan menyampaikan kepada Pemerintah Kota Jayapura bahwa persoalan diterminal peti kemas Hamadi serta dampaknya telah dibicarakan dan disepakati, sehingga hal-hal yang nantinya berisiko mengganggu kesehatan dan keselamatan pengguna jalan akan menjadi atensi mereka.
Mengakhirinya, Yerri berpesan kepada Pimpinan Perusahan PT Asri Raya agar bisa memperhatikan keindahan dan kenyamanan karyawan dalam bekerja, terutama buat para pengguna jalan. Ia juga menginginkan pimpinan perusahan dapat membuat atau memasang paving block secepatnya, baik didalam area juga diluar, seperti yang terlihat diterminal sebelah punya PT Tanto.
(Nando)
















