Bandar Lampung – MediaViral.co
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Bandar Lampung mulai mengalami lonjakan signifikan. Beberapa komoditas bahkan naik hingga lebih dari 40 persen dibandingkan harga pada minggu sebelumnya, terutama pada sektor hortikultura seperti cabai dan bawang.
Pantauan tim Mediaviral.co di Pasar Pasir Gintung dan Pasar Tugu menunjukkan bahwa cabai merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Harga cabai merah kini menembus Rp70 ribu per kilogram, naik dari harga normal yang berkisar Rp45 ribu per kilogram.
Tak hanya cabai merah, cabai rawit merah juga melonjak dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah ikut terkerek naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Pedagang: Pasokan Menurun, Cuaca Buruk Jadi Pemicu
Para pedagang mengaku kenaikan harga ini telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Menurut mereka, berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah produsen menjadi penyebab utama, ditambah faktor cuaca yang belakangan tidak menentu.
“Hari ini cabai merah saya jual Rp70 ribu. Naiknya cepat, padahal awal minggu masih di bawah itu,” ujar Lani, pedagang di Pasar Pasir Gintung, Minggu (7/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa beberapa petani mengalami penurunan produksi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan tanaman mudah membusuk. Kondisi ini membuat pasokan berkurang di tingkat distributor dan dampaknya langsung dirasakan di pasar eceran.
Warga Terbebani, Konsumsi Harian Mulai Dikurangi
Kenaikan harga-harga ini membuat masyarakat harus kembali melakukan penyesuaian belanja dapur. Banyak warga mengaku terpaksa mengurangi pembelian untuk menyiasati pengeluaran rumah tangga yang semakin meningkat menjelang akhir tahun.
“Belanja dapur pasti tambah berat. Biasanya beli satu kilogram, sekarang cuma seperempat dulu. Cabai itu kebutuhan harian, tapi kalau sudah Rp70 ribu ya mau tidak mau harus dikurangi,” tutur Yuni, warga Tanjung Karang.
Warga lain menambahkan bahwa kenaikan harga di akhir tahun sudah menjadi pola yang berulang setiap menjelang libur panjang, namun kenaikan kali ini dinilai terjadi lebih cepat dan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah Diminta Bertindak
Melihat tren kenaikan yang terus berlanjut, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk memantau pasokan dan menekan spekulasi harga di pasaran. Mereka mendorong adanya operasi pasar atau kebijakan stabilisasi harga guna mengantisipasi gejolak yang lebih besar saat libur Natal dan Tahun Baru.
“Harapannya pemerintah bisa segera mengontrol harga supaya tidak semakin naik. Kalau terus seperti ini, kasihan masyarakat kecil,” ujar salah satu warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah provinsi maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah penanganan jangka pendek menghadapi lonjakan harga menjelang Nataru 2026. (mediaviral.co)
















