Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Warga Sukajadi Makin Murka, Jalan Rusak Ditanami Pisang Usai Viral di Media

17
×

Warga Sukajadi Makin Murka, Jalan Rusak Ditanami Pisang Usai Viral di Media

Sebarkan artikel ini

Pandeglang, Banten — MediaViral.co

Setelah pemberitaan mengenai jalan rusak bak kubangan kerbau di Kampung Sukajadi, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, viral di mediaviral.co, kemarahan warga semakin memuncak. Jalan yang tak kunjung diperbaiki itu akhirnya ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes keras terhadap pemerintah desa.

Example 300250

Saat awak mediaviral.co melintas di wilayah tersebut, tampak tanaman pisang berdiri di tengah badan jalan. Pemandangan itu membuat tim mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa warga yang ditemui pada 3 Desember 2025 mengungkapkan kekesalannya.

“Wajar kalau ditanami pisang, soalnya jalan ini tidak pernah diperbaiki. Kondisinya persis seperti kubangan kerbau,” ujar salah satu warga.

Warga lain mengaku semakin tak habis pikir setelah membaca pemberitaan sebelumnya yang menampilkan besarnya anggaran desa Umbulan.

“Kami lihat di berita, anggaran pembangunan setiap tahun besar sekali. Tapi jalan kami begini amat. Total dana Rp 998.491.000 itu buat apa? Kemana dananya? Jalan-jalan desa kami saja sangat memprihatinkan,” tegas warga.

Mereka juga menyesalkan pilihan politik saat memilih kepala desa.

“Dulu kami pilih kepala desa karena berharap lebih baik. Eh, malah makin tidak karuan. Jauh beda dengan kepala desa yang lama,” ungkap warga lainnya.

Anggaran Ratusan Juta, Hasil Tak Terlihat

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediaviral.co, dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan jalan, talut, gorong-gorong, dan drainase mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Namun fakta di lapangan sangat berbeda. Salah satu gorong-gorong yang dibangun bahkan hanya bertahan satu minggu sebelum hancur karena diduga tidak menggunakan rangkaian besi, melainkan rangka bambu.

Selain itu, anggaran untuk kegiatan kepemudaan, olahraga, dan kesenian juga dinilai janggal. Tercatat:

Pengiriman kontingen olahraga:
Rp 15.850.000 + Rp 12.475.000 + Rp 10.335.000 + Rp 40.075.000
Total: Rp 78.735.000

Warga menilai angka tersebut tidak masuk akal dan terindikasi kuat terjadinya penyimpangan.

Warga Desak APH Bertindak

Melihat banyaknya temuan dan kejanggalan penggunaan anggaran, warga menuntut aparat penegak hukum (APH) tidak tinggal diam.

“Kami minta polisi, kejaksaan, dan inspektorat segera memeriksa dan menangkap Kepala Desa Umbulan, Sarta. Dugaan korupsi ini sudah jelas, dan negara dirugikan. Jangan sampai hukum mandul,” tegas warga.

Warga berharap kasus ini menjadi efek jera bagi para kepala desa lain agar tidak menyalahgunakan uang negara yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat.

Bersambung…
Pandeglang – mediaviral.co

Example 300x375