Way Kanan, Lampung —
MediaViral.co
Suasana tegang terjadi di Kampung Kayu Batu, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Rabu (3/12/2025). Puluhan emak-emak mendatangi kantor desa untuk memprotes dugaan ketidakadilan dalam pembagian bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat. Mereka menilai kebijakan Kepala Desa Kayu Batu sarat praktik nepotisme dan tidak berpihak kepada warga miskin yang seharusnya menjadi prioritas penerima bantuan.
Bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng itu kabarnya dibagikan tidak sesuai kriteria warga miskin, sehingga memicu kemarahan sebagian besar masyarakat.
Warga Miskin Tak Terdata, Justru Warga Mampu yang Kebagian
Salah satu warga berinisial R menuturkan bahwa pembagian bansos kali ini dianggap paling parah sejak kepemimpinan kepala desa saat ini.
“Ini keterlaluan. Yang punya mobil, rumah bagus, dan ekonomi mapan malah dapat bantuan. Kami yang rumahnya masih papan, kerja serabutan, bahkan ada yang buruh tani pun tidak dapat apa-apa,” tegasnya dengan nada kesal.
Ia menegaskan, dugaan praktik pilih kasih begitu nyata lantaran banyak penerima bansos merupakan keluarga dekat Kepala Desa.
“Yang dapat itu kebanyakan keluarga kepala desa. Mau kaya atau miskin, yang penting kerabatnya. Kami yang benar-benar butuh malah diabaikan,” sambungnya.
Warga: Ini Bukan Sekadar Salah Data, Tapi Ketidakadilan yang Sistematis
Sejumlah warga lain menilai persoalan ini bukan hanya kesalahan administrasi, melainkan bentuk ketidakadilan yang sudah berlangsung lama. Mereka menuding Kepala Desa Kayu Batu terlalu memprioritaskan kepentingan kelompok dan keluarganya.
“Setiap ada bantuan pasti yang dapat itu-itu saja. Kami ini seperti tidak dianggap. Pemerintah kirim bantuan untuk rakyat, tapi sampai sini dipilih-pilih sesuka hati,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Warga Minta Audit Total: Pembangunan Diduga Tidak Sesuai RAB
Emosi warga semakin membuncah karena dugaan ketidakberesan tidak hanya terjadi pada pembagian bantuan, tetapi juga pada sejumlah proyek pembangunan desa.
“Kami minta Inspektorat turun. Audit semuanya! Banyak pembangunan desa yang tidak sesuai RAB. Jangan sampai Dana Desa ini juga ada yang diselewengkan,” tegas warga.
Mereka menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran, mulai dari pembangunan hingga penyaluran bansos yang dinilai tidak transparan.
Desak Aparat Hukum Bertindak: “Kalau Ada Korupsi, Tangkap Kepala Desa!”
Warga Kayu Batu juga menyerukan agar aparat penegak hukum turun tangan jika ditemukan unsur korupsi atau penyalahgunaan Dana Desa.
“Kalau terbukti korupsi, kami minta pihak berwajib menangkap dan memenjarakan kepala desa. Ini uang negara, bukan milik pribadi,” tegas warga dengan suara lantang.
Pihak Desa Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kayu Batu belum memberikan tanggapan atas berbagai tudingan tersebut. Warga menegaskan akan kembali melakukan aksi jika aspirasi mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten maupun aparat penegak hukum. (mediaviral.co)
















