Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Jalan Rusak Parah di Abung Tengah: Janji Pejabat Bulan Juli 2025 Semua Diaspal Mulus Hingga Seluruh Desa Menguap, Warga Merasa Dibodohi

13
×

Jalan Rusak Parah di Abung Tengah: Janji Pejabat Bulan Juli 2025 Semua Diaspal Mulus Hingga Seluruh Desa Menguap, Warga Merasa Dibodohi

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara — MediaViral.co

Kerusakan infrastruktur di Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, kini mencapai titik paling memprihatinkan dalam satu dekade terakhir. Hampir seluruh jalan desa di wilayah ini—mulai dari Subik, Bandar Sakti, Sidodadi, Bonglai, hingga jalur utama kecamatan—mengalami kerusakan berat yang mengganggu seluruh aspek kehidupan warga.

Example 300250

Hasil penelusuran MediaViral.co pada sejumlah titik menunjukkan kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar, hamparan batu tajam, tanah berlumpur, hingga genangan air setinggi lutut. Pada beberapa titik, badan jalan nyaris hilang akibat tergerus aliran air hujan karena tidak adanya talut dan saluran drainase.

Di musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur panjang yang tidak bisa dilewati tanpa risiko kecelakaan. Di musim panas, jalan dipenuhi debu tebal yang mengganggu pernapasan dan jarak pandang.

“Ini bukan jalan umum, tapi jalur siksaan. Setiap hari kami mempertaruhkan keselamatan hanya untuk keluar rumah,” ujar seorang warga kepada MediaViral.co.


Anak-anak Sekolah Melintasi Lumpur, Ekonomi Desa Tersendat

Warga menuturkan bahwa kondisi ini berdampak luas:

anak-anak berjalan melewati lumpur untuk bersekolah,

petani kesulitan membawa hasil panen,

pedagang terhambat suplai barang,

kendaraan ambulans dan kesehatan tidak bisa melaju cepat saat kondisi darurat.

Bahkan ojek motor, satu-satunya transportasi di beberapa desa, kerap menolak mengantar warga ketika hujan turun karena risiko kecelakaan terlalu tinggi.


Janji Perbaikan Juli 2025 yang ‘Menguap’

Nama Pandir, salah satu warga yang diwawancarai MediaViral.co, menjadi saksi hidup bagaimana pemerintah desa dan kecamatan dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi.

Ia menyebut bahwa seluruh kepala desa di Abung Tengah pernah menyampaikan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan pada Juli 2025. Warga menunggu, berharap, dan menaruh kepercayaan.

Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun proyek perbaikan yang terlihat di lapangan.

“Janji itu jelas. Bulan Juli 2025 pasti diperbaiki, kata para pejabat. Tapi kenyataannya sampai hari ini nihil. Warga merasa dibohongi, dianggap tidak punya akal,” ujar Pandir.

Ia menegaskan bahwa warga Abung Tengah merasa diremehkan karena janji yang berulang namun tanpa tindakan.


Warga Mulai Frustrasi: “Kami Bukan Minta Jalan Tol!”

Seorang warga lain menyampaikan kemarahannya. Ia menilai pemerintah desa dan kecamatan terlalu sering memberi janji, tetapi tidak pernah benar-benar turun meninjau kondisi jalan secara serius.

“Kami tidak minta jalan seperti jalan tol. Kami hanya minta jalan yang layak dilalui. Sekarang ini lewat saja seperti bertaruh nyawa,” ucapnya.

Menurut warga, proyek pembangunan lain di kecamatan juga dipertanyakan karena minim transparansi anggaran dan tidak ada papan informasi kegiatan pada sejumlah pekerjaan fisik.


Kondisi Jalan Menghambat Layanan Kesehatan dan Pangan

Kerusakan jalan bukan lagi sekadar ketidaknyamanan, tapi sudah menjadi ancaman keselamatan. Warga menceritakan bahwa beberapa pasien darurat harus menunggu lama karena ambulans tidak bisa melintas cepat.

Distribusi beras, sembako, dan barang kebutuhan pokok juga sering terhambat, membuat harga-harga di desa tertentu lebih tinggi dibanding wilayah lain.

Beberapa pengemudi kendaraan mengatakan sering mengalami pecah ban, roda selip, hingga kerusakan mesin akibat harus melintasi jalur yang sudah menyerupai kubangan.


Kemarahan Warga Meningkat: Tuntutan Aksi Nyata

Dari hasil liputan, tampak jelas bahwa rasa frustrasi warga semakin menumpuk. Mereka menilai bahwa pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten saling melempar tanggung jawab tanpa ada langkah konkret di lapangan.

Beberapa warga bahkan menyebut akan menggelar aksi demonstrasi apabila tidak ada respons resmi dari pemerintah daerah dalam waktu dekat.

“Kami capek dijanjikan. Kami capek dibohongi. Kalau pemerintah masih diam, warga Abung Tengah akan bergerak,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.


Menanti Kejelasan Pemerintah

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kecamatan maupun dinas terkait di Kabupaten Lampung Utara mengenai rencana perbaikan jalan di Abung Tengah.

Warga berharap pemerintah segera memberikan jadwal pasti, bukan sekadar janji ulang yang tidak pernah terbukti.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya ekonomi desa yang mandek—tetapi keselamatan warga yang menjadi taruhannya. (mediaviral.co)

Example 300x375