Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Posyandu Desa Tanjung Serupa Rusak Parah, Warga Pertanyakan Transparansi Dana Desa Sejak 2013

26
×

Posyandu Desa Tanjung Serupa Rusak Parah, Warga Pertanyakan Transparansi Dana Desa Sejak 2013

Sebarkan artikel ini

Way Kanan, Lampung — MediaViral.co

Kondisi Gedung Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Tanjung Serupa, SP 6B, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, menjadi sorotan warga setelah bangunan yang berdiri sejak 2013 itu mengalami kerusakan cukup serius. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak itu tampak rapuh di berbagai sisi, mulai dari struktur kayu, plafon, hingga dinding bagian dalam dan luar.

Example 300250

Pantauan Media Viral di lokasi menunjukkan kerusakan terjadi hampir di seluruh bagian bangunan. Kayu penyangga sudah lapuk, plafon ambrol, dan bagian depan serta samping gedung mulai dimakan usia. Meski demikian, Posyandu tersebut masih terus digunakan warga, terutama para ibu yang membawa balita untuk mendapatkan layanan rutin.

Salah satu warga berinisial RM mengungkapkan bahwa posyandu itu diresmikan pada tahun 2013 oleh Bupati Way Kanan saat itu, Hj. Bustami Zainudin, S.Pd. Namun, hingga memasuki tahun 2025 atau 13 tahun kemudian, tidak pernah ada perbaikan signifikan dari pemerintah pusat, daerah, maupun pemerintah desa.

“Posyandu ini dipakai terus untuk program ibu hamil dan balita. Tapi kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kami takut ada genteng jatuh atau kayunya roboh kalau hujan dan angin datang,” ujar RM.

RM mengatakan warga tidak menuntut perbaikan berlebihan, melainkan renovasi sewajarnya agar bangunan aman dan layak digunakan.

“Kami tidak minta dibangun seperti hotel bintang lima. Cukup diperbaiki agar layak dan nyaman. Ini soal keselamatan,” kata dia.

Dana Desa Tiap Tahun Cair, Kondisi Tetap Memburuk

Kekecewaan warga semakin memuncak karena Dana Desa (DD) yang setiap tahun dikucurkan pemerintah dinilai tidak berdampak pada perbaikan fasilitas publik, termasuk posyandu dan infrastruktur jalan yang disebut warga semakin memburuk.

“Dana Desa turun tiap tahun, tapi fasilitas tetap rusak. Jalan-jalan desa juga hancur. Kami heran, anggarannya dipakai untuk apa?” lanjut RM.

Sejumlah warga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi, namun tidak ada perubahan kondisi hingga memasuki akhir tahun 2025.

Warga Minta Inspektorat Turun Tangan

Melihat tidak adanya perbaikan dalam jangka waktu yang panjang, warga mendesak Inspektorat Kabupaten Way Kanan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa di Desa Tanjung Serupa SP 6B sejak 2013 hingga 2025.

Warga menilai audit diperlukan untuk memastikan apakah pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan dan apakah ada potensi penyimpangan dalam pemanfaatan Dana Desa.

Desakan ini muncul karena berbagai fasilitas publik, mulai dari posyandu hingga infrastruktur jalan, disebut warga sama-sama mengalami kerusakan parah.

Kepala Desa Diduga Tidak Transparan, Warga Tuntut Klarifikasi

Warga juga menyoroti minimnya transparansi penggunaan anggaran yang seharusnya dikelola pemerintah desa. Mereka berharap pihak kecamatan, inspektorat, dan dinas terkait segera melakukan pemeriksaan.

Meski muncul dugaan dari warga terkait potensi penyelewengan dana, hingga berita ini diturunkan pihak Pemerintah Desa Tanjung Serupa SP 6B belum memberikan klarifikasi resmi. (mediaviral.co)

Example 300x375