Lampung Utara — MediaViral.co
Duka mendalam menyelimuti keluarga Alesa, balita yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Handayani. Keluarga menilai terdapat dugaan kelalaian dan keterlambatan penanganan medis yang dinilai berkontribusi pada meninggalnya korban. Mereka mendesak manajemen rumah sakit untuk memberikan klarifikasi resmi dan bertanggung jawab atas rangkaian peristiwa yang terjadi.
Alesa, yang sebelumnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi membutuhkan penanganan cepat, diduga tidak mendapatkan respons segera sebagaimana standar operasional pelayanan gawat darurat. Keluarga mengaku bahwa sejumlah petugas medis — baik perawat maupun dokter — diduga membiarkan korban tanpa tindakan signifikan dalam rentang waktu krusial.
“Kami melihat sendiri bagaimana anak kami tidak segera ditangani. Kami merasa seperti diabaikan. Kami ingin kejelasan, mengapa anak kami tidak segera ditolong,” kata salah satu anggota keluarga, dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media.
Desakan Keluarga: RS Diminta Buka Rekam Penanganan
Keluarga menuntut pihak RS Handayani untuk menjelaskan secara terbuka bagaimana prosedur penanganan terhadap Alesa dilakukan sejak pertama kali masuk hingga dinyatakan meninggal dunia. Mereka menilai transparansi sangat penting, bukan hanya untuk kepentingan keluarga, tetapi juga demi keselamatan pasien lain di masa mendatang.
“Kami meminta pihak rumah sakit memberikan klarifikasi menyeluruh. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan hanya soal kami kehilangan anak, tapi soal keselamatan pasien lain. Jangan sampai ada korban berikutnya,” ujar pihak keluarga.
Komnas HAM dan Ombudsman Diminta Turun Tangan
Sejumlah aktivis kesehatan dan pegiat pelayanan publik di daerah tersebut menilai kasus ini perlu mendapatkan perhatian lebih luas. Mereka mendorong agar lembaga pengawas seperti Ombudsman RI dan Komnas HAM turut melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada pelanggaran hak pasien dan standar pelayanan kesehatan.
Sumber internal pemerintahan daerah yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa dugaan penelantaran pasien merupakan isu serius yang tidak bisa dianggap enteng. “Jika benar terjadi keterlambatan penanganan, maka ini bukan sekadar kesalahan teknis, tetapi bisa masuk kategori maladministrasi berat,” katanya.
Hak Jawab RS Handayani
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rumah Sakit Handayani belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kelalaian penanganan pasien. Redaksi telah mencoba menghubungi pihak manajemen rumah sakit untuk memperoleh klarifikasi, namun belum mendapatkan respons.
Media menunggu penjelasan resmi pihak rumah sakit guna memastikan pemberitaan tetap berimbang dan sesuai prinsip jurnalisme yang sehat.
Gelombang Dukungan Publik
Kabar duka meninggalnya Alesa memicu simpati dan keresahan masyarakat setempat. Banyak warganet mempersoalkan kualitas layanan kesehatan di sejumlah fasilitas medik yang dianggap masih jauh dari standar ideal.
“Kami hanya ingin pelayanan kesehatan yang benar. Jangan ada lagi anak kecil yang nyawanya melayang karena dugaan kelalaian,” tulis seorang warga di media sosial.
Penutup
Keluarga kini masih berduka, namun mereka menegaskan bahwa perjuangan untuk mendapatkan kejelasan tidak akan berhenti. Mereka berharap kasus ini dapat menjadi momentum perbaikan sistem pelayanan kesehatan agar tidak ada lagi pasien yang diduga mengalami penelantaran.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan, Alesa. Semoga Allah SWT memberi tempat terbaik di sisi-Nya. (mediaviral.co)
















