Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Way Kanan, Lampung: Kabupaten yang Dibiarkan Hancur. Infrastruktur Runtuh, Korupsi Diduga Merajalela, dan Pemerintah Terlihat Tak Peduli

17
×

Way Kanan, Lampung: Kabupaten yang Dibiarkan Hancur. Infrastruktur Runtuh, Korupsi Diduga Merajalela, dan Pemerintah Terlihat Tak Peduli

Sebarkan artikel ini

Way Kanan, Lampung — MediaViral.co

Video viral pelajar yang jatuh tersungkur di jalan berlubang dan berlumpur di Way Kanan bukan hanya potret kemiskinan infrastruktur—itu adalah tamparan keras kepada pemerintah yang selama puluhan tahun membiarkan daerah ini seolah bukan bagian dari Republik Indonesia.

Example 300250

Warga menilai: kerusakan ekstrem ini bukan lagi sekadar kelalaian — ini adalah dugaan pembiaran sistematis. Jalan-jalan di Way Kanan rusak total, dari kampung hingga jalan penghubung antar-kecamatan. Puluhan tahun berlalu, bupati berganti—bahkan sempat dari keluarga yang sama—namun hasilnya nihil: tanah retak, aspal hilang, dan rakyat dibiarkan bertarung dengan lumpur setiap hari.

Masyarakat menyebut kondisi ini bukan lagi kegagalan pemimpin, tetapi kegagalan moral.

“Ini Bukan Daerah Miskin—Ini Daerah yang Disengsarakan.”

Warga Way Kanan menyampaikan amarah yang sudah lama terpendam.

“Kalau pemerintah peduli, tidak mungkin jalan dibiarkan sampai hancur total bertahun-tahun. Ini bukan daerah miskin, ini daerah yang disengsarakan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Bagi warga, pemerintah bukan tidak mampu, tetapi tidak mau.
Ada dugaan kuat: proyek jalan hanya dijadikan ladang bancakan.

Budaya Proyek yang Dinilai Busuk: Rakyat Menyebut Pejabat dan Kontraktor Hidup dari ‘Uang Gelap’

Warga dan sumber-sumber lapangan menyebut pola yang sama di setiap proyek:

Proyek muncul, anggaran disetujui.

Uang digelontorkan.

Kontraktor masuk.

Laporan dibuat seolah pekerjaan sempurna.

Hasil di lapangan? Aib.

Warga menilai apa yang terjadi sebagai praktik yang “sudah mendarah daging” — mulai dari dugaan setoran proyek, dugaan potongan berlapis, hingga material yang diduga dikurangi kualitasnya.

“Yang kerja proyek bukan kontraktor, tapi oknum-oknum yang mencari makan dari uang negara. Mereka itu bukan membangun jalan, mereka mengurasnya,” ujar sumber yang mengetahui pola pembagian proyek.

Lampung Disebut Jadi Zona Merah Korupsi Infrastruktur

Way Kanan hanya salah satu wajahnya. Di berbagai kabupaten seluruh Lampung, infrastruktur rusak parah juga terjadi. Warga menilai ada pola sistemik yang lebih besar: permainan proyek yang diduga melibatkan berbagai level birokrasi.

Banyak warga Lampung bahkan menyebut provinsi ini sudah masuk kategori:
“Surga para pemburu proyek, tapi neraka bagi rakyat kecil.”

Anak Jatuh di Jalan Rusak: Ini Bukan Sekadar Kecelakaan, Ini Simbol Negara yang Absen

Ketika pelajar terjungkal di jalan licin, itu bukan hanya kebetulan.
Itu bukan “musibah biasa”.

Itu adalah hasil dari keputusan politik yang membiarkan rakyat hidup di atas jalan yang membunuh pelan-pelan.

“Negara kemana? Anak-anak kami harus jatuh dulu? Harus ada korban dulu baru mereka sadar?” tanya seorang ibu murid.

Warga Menilai: Jika Jalan Rusak Puluhan Tahun, Itu Bukan Kegagalan Pemerintah — Itu Kejahatan Administratif

Warga Way Kanan tak lagi memakai bahasa halus. Mereka menyebut:

Ada yang salah di pemerintahan.

Ada yang salah di sistem pengawasan.

Ada yang salah di proyek-proyek infrastruktur.

Dan kesalahan itu berlangsung berulang, bertahun-tahun, di rezim yang berbeda, dan tak pernah berhenti.

Desakan Warga: Audit Total, Bongkar Polanya, Buka Nama Para Pelaku

Masyarakat tidak mau lagi sekadar dijanjikan perbaikan. Mereka menuntut langkah nyata:

  1. Audit total 10–20 tahun seluruh proyek jalan di Way Kanan.
  2. Buka aliran dana, mulai dari kontraktor hingga oknum pejabat.
  3. Jika ada penyimpangan, lakukan penindakan terbuka — bukan ditutup rapat.
  4. Libatkan KPK dan aparat pusat, bukan hanya daerah.

Warga menyimpulkan:
“Kalau jalan sudah hancur puluhan tahun, berarti pemerintah sengaja membiarkannya.” (mediaviral.co)

Example 300x375