Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Operasi Zebra Krakatau 2025 Dimulai: 667 Personel Dikerahkan, Efektivitas Penegakan Lalu Lintas Lampung Kembali Jadi Sorotan

27
×

Operasi Zebra Krakatau 2025 Dimulai: 667 Personel Dikerahkan, Efektivitas Penegakan Lalu Lintas Lampung Kembali Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Lampung — MediaViral.co

Polda Lampung resmi memulai Operasi Zebra Krakatau 2025 pada Senin (17/11/2025), dengan total 667 personel gabungan Polda, Polres, dan Polresta. Operasi yang berlangsung hingga 30 November ini kembali mengangkat pertanyaan publik: sejauh mana operasi tahunan ini benar-benar efektif menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Lampung?

Example 300250

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa operasi tahun ini berada di bawah arahan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, dengan fokus pada peningkatan disiplin berlalu lintas melalui langkah preemtif, preventif, dan represif.

“Operasi ini digelar serentak di seluruh Indonesia dan bertujuan membangun budaya tertib lalu lintas di Lampung melalui edukasi dan pendekatan humanis, tanpa meninggalkan penegakan hukum yang tegas,” ujar Yuni.

667 Personel untuk Lampung: Cukup atau Sekadar Formalitas Tahunan?

Polda Lampung menurunkan 94 personel Satgas Operasi tingkat Polda dan 573 personel di tingkat wilayah. Jumlah ini dianggap cukup besar, namun beberapa pemerhati transportasi menilai bahwa tantangan keselamatan jalan di Lampung tidak hanya soal jumlah personel, melainkan konsistensi penegakan hukum di luar masa operasi.

Beberapa catatan tahunan menunjukkan bahwa angka pelanggaran justru kerap kembali meningkat setelah operasi berakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik:
Apakah Operasi Zebra benar-benar mengubah perilaku pengendara, atau hanya menjadi rutinitas formal tahunan?

Penindakan: Dari Edukasi hingga ETLE, Namun Masih Ada Kesenjangan Lapangan

Operasi Zebra 2025 menerapkan sistem penegakan hukum berlapis:

Tilang manual,

ETLE statis,

ETLE mobile,

Teguran simpatik bagi pelanggaran ringan.

Secara konsep, langkah ini menunjukkan upaya modernisasi. Namun di lapangan, implementasi ETLE di Lampung masih menghadapi tantangan: keterbatasan titik kamera, kurangnya pemahaman publik, serta masih dominannya pola interaksi langsung antara petugas dan pengendara.

Pendekatan humanis dan edukatif yang ditekankan Polda merupakan langkah yang diapresiasi, tetapi pertanyaan kritisnya adalah:
Seberapa jauh pendekatan itu dilakukan secara konsisten, dan bukan hanya jargon dalam konferensi pers?

Tiga Sasaran Operasi: Ambisi Besar dalam Realitas Jalan Raya yang Kompleks

Operasi Zebra Krakatau 2025 menetapkan tiga sasaran utama:

  1. Meningkatkan kepatuhan dan disiplin berlalu lintas,
  2. Membangun budaya tertib bagi seluruh pengguna jalan,
  3. Mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman.

Namun, tantangannya tidak sederhana. Infrastruktur jalan yang belum merata di sejumlah kabupaten, kepadatan lalu lintas di perkotaan, serta masih banyaknya pengguna kendaraan yang tidak memiliki SIM aktif menjadi hambatan besar.

Belum lagi fenomena klasik:
– Penggunaan helm tidak sesuai standar,
– Knalpot bising,
– Pelanggaran marka jalan,
– Kendaraan angkutan umum yang berhenti sembarangan,
– Minimnya fasilitas penyeberangan aman bagi pejalan kaki.

Efektivitas Operasi: Publik Menunggu Transparansi dan Evaluasi Jelas

Dalam setiap operasi tahunan, publik kerap menunggu dua hal yang sering luput dari pemberitaan resmi:

  1. Data perbandingan sebelum dan sesudah operasi,
  2. Tindak lanjut terhadap pelanggaran atau kecelakaan pasca-operasi.

Ketiadaan rilis evaluasi yang detail berpotensi membuat Operasi Zebra sekadar menjadi agenda wajib tanpa indikator keberhasilan yang terukur. Apalagi di sejumlah daerah, masih ada persepsi publik bahwa operasi ini identik dengan penindakan selektif—isu yang menuntut transparansi lebih besar dari aparat.

Polda Lampung: “Ini untuk Keselamatan Bersama”

Meski demikian, Polda menegaskan bahwa Operasi Zebra bukanlah operasi penindakan semata. Fokus utamanya adalah mengubah budaya berkendara masyarakat Lampung.

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa seluruh langkah ini dilakukan untuk keselamatan bersama,” tegas Yuni.

Dengan operasi yang berlangsung dua pekan ke depan, publik Lampung kini menunggu apakah pendekatan humanis namun tegas yang dijanjikan dapat benar-benar terlihat di lapangan—dan tidak berhenti pada tataran deklaratif. (mediaviral.co)

Example 300x375