Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dugaan Penerimaan Buah Mentah di PKS Dolok Ilir PTPN IV Regional 2 Sorot Integritas dan Pengawasan BUMN Perkebunan

55
×

Dugaan Penerimaan Buah Mentah di PKS Dolok Ilir PTPN IV Regional 2 Sorot Integritas dan Pengawasan BUMN Perkebunan

Sebarkan artikel ini

Simalungun, Sumatera Utara —
MediaViral.co

Aroma ketidakwajaran kembali menyeruak dari lingkungan BUMN perkebunan. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Dolok Ilir yang beroperasi di bawah PTPN IV Regional 2 diduga menerima buah kelapa sawit mentah (BM) dari sejumlah vendor pemasok. Praktik ini, jika benar terjadi, bukan hanya menurunkan kualitas produksi, tetapi juga merugikan perusahaan dan berpotensi menggerus pendapatan negara.

Example 300250

Informasi yang dihimpun dari sumber internal menyebutkan bahwa sejumlah truk vendor kerap membawa tandan buah segar (TBS) belum matang ke area pabrik tanpa pengawasan ketat dari petugas timbang dan sortasi. Temuan tersebut diamati langsung di lapangan pada Senin (10/11/2025) di kawasan Dolok Ilir, Kabupaten Simalungun.

“Sudah sering terlihat buah mentah masuk. Petugas sortasi tahu, tapi kadang tutup mata. Ada dugaan permainan antara pihak vendor dan oknum penerima,” ungkap sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Mutu CPO dan Keuangan Perusahaan Terancam

Praktik penerimaan buah mentah tersebut dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) PTPN IV serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pedoman Penilaian Buah Kelapa Sawit. Dalam aturan itu ditegaskan bahwa buah dengan tingkat kematangan rendah harus ditolak di titik penerimaan karena tidak memenuhi standar kadar minyak minimal.

Buah mentah yang ikut diolah bersama buah matang menyebabkan rendemen minyak (OER) menurun dan mutu Crude Palm Oil (CPO) menjadi tidak optimal. Dampaknya bukan hanya pada kualitas produksi, tetapi juga pada efisiensi keuangan perusahaan yang dapat berimbas pada laba BUMN secara keseluruhan.

Sejumlah pengamat menilai lemahnya pengawasan lapangan mencerminkan adanya celah integritas dalam rantai pasok, yang bisa membuka peluang kolusi antara vendor dan petugas pabrik. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi menjadi praktik sistemik di lingkungan perkebunan negara.

Masyarakat Desak Audit dan Penegakan Aturan

Masyarakat sekitar menyoroti pentingnya langkah cepat dari manajemen PTPN IV Regional 2 untuk menertibkan sistem penerimaan buah. Mereka menilai perlunya audit menyeluruh dan evaluasi terhadap pejabat pabrik yang berwenang dalam proses timbang dan sortasi.

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi permainan yang merugikan negara. Direksi harus tegas, dan aparat penegak hukum pun perlu turun tangan bila terbukti ada penyimpangan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Dolok Batu Nanggar.

Menanti Respons Manajemen dan Direksi PTPN IV

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PKS Dolok Ilir PTPN IV Regional 2 belum memberikan tanggapan resmi. Pihak redaksi MediaViral.co telah berupaya meminta konfirmasi kepada jajaran humas dan manajemen regional, namun belum memperoleh jawaban.

Publik kini menantikan langkah konkret dari Direksi Regional 2 PTPN IV dan unit pengawasan internal BUMN, agar dugaan praktik penerimaan buah mentah ini tidak meluas ke unit-unit lain. Transparansi, integritas, dan ketegasan menjadi kunci menjaga marwah perusahaan perkebunan negara dari praktik-praktik yang berpotensi merugikan keuangan dan mencoreng kredibilitas BUMN di sektor agribisnis.


🖋️ Reporter: Rijal
📍 Editor: Redaksi Nasional MediaViral.co

Example 300x375