Kayu Agung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.co
Gelombang tekanan terhadap penegak hukum kembali menguat di Sumatera Selatan. Serikat Pemuda dan Masyarakat (SPM) Sumsel berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, pada Kamis, 13 November 2025, menuntut pengusutan tuntas dugaan praktik korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Ketua SPM Sumsel, Yovi Maitaha, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan publik terhadap lambannya penanganan laporan dugaan penyimpangan di tubuh Dinkes OKI.
“Kami akan turun dengan massa dalam jumlah besar di depan Kejati Sumsel. Ini bukan sekadar aksi protes, tapi seruan moral agar aparat penegak hukum serius menuntaskan dugaan korupsi di Dinkes OKI,” ujar Yovi kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).
SPM Sumsel menyoroti sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kegiatan pertemuan dan perjalanan dinas tahun 2024 di Dinkes OKI yang dinilai sarat kejanggalan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan indikasi pelanggaran administrasi hingga dugaan penyimpangan penggunaan anggaran.
Beberapa poin yang disorot antara lain:
Alur Dana Tidak Wajar: Terdapat perbedaan signifikan dalam mekanisme penyaluran dana antara bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).
Konfirmasi Hotel Tidak Sinkron: BPK menemukan ketidaksesuaian data antara catatan Dinkes OKI dan keterangan pihak hotel yang diklaim sebagai lokasi kegiatan.
Peserta Fiktif: Adanya dugaan peserta “siluman” atau kegiatan yang tidak pernah dilaksanakan sebagaimana tercatat dalam laporan resmi.
Yovi menegaskan, jika temuan-temuan tersebut mengarah pada tindak pidana korupsi, maka Kejati Sumsel wajib menindaklanjuti dengan langkah hukum tegas.
“Kami mendesak Kejati untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Bila terbukti, siapa pun yang terlibat harus dijerat dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.
Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB itu akan diwarnai dengan orasi, pembentangan spanduk, dan penyampaian pernyataan sikap di depan Kantor Kejati Sumsel. Massa juga berencana menyerahkan petisi tuntutan rakyat agar proses hukum kasus tersebut segera dipercepat.
“Kami tidak akan berhenti sebelum Kejati Sumsel memberikan kepastian hukum. Dugaan korupsi di Dinkes OKI harus diusut tuntas, dan para pelaku harus bertanggung jawab di hadapan hukum,” pungkas Yovi. (mediaviral.co)
















