Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Hampir Setahun Rusak, Ambulans Desa Tanjung Serupa Dipertanyakan Warga

17
×

Hampir Setahun Rusak, Ambulans Desa Tanjung Serupa Dipertanyakan Warga

Sebarkan artikel ini

Way Kanan, Lampung — MediaViral.co

Keberadaan mobil ambulans Desa Tanjung Serupa SP 6B, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, menjadi perhatian masyarakat. Ambulans tersebut mengalami kecelakaan pada September 2025 dan hingga Agustus 2026 disebut belum diperbaiki secara menyeluruh.

Example 300250

Ambulans dengan nomor polisi BE 9050 WZ yang dikemudikan Den Piak terlibat kecelakaan dengan truk bermuatan singkong bernomor polisi BE 8892 JR yang dikemudikan Ridduan.

Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sungkai, Desa Negara Ratu, Kecamatan Sungkai Utara, pada Jumat, 26 September 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Ambulans tersebut menabrak bagian belakang truk yang sedang membawa singkong.

Setelah kecelakaan, kedua kendaraan dan para pengemudinya diamankan di Polsek Sungkai Utara untuk menjalani proses pemeriksaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MediaViral.co, pada 2026 kedua pengemudi kemudian menyelesaikan persoalan tersebut melalui perdamaian di Polsek Sungkai Utara.

Dalam kesepakatan tersebut, biaya kerusakan ambulans disebut menjadi tanggung jawab Ridduan selaku pengemudi truk. Nilai kerusakan ambulans diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta.

Namun, hampir satu tahun setelah kecelakaan, kondisi ambulans tersebut masih menjadi pertanyaan warga. Kendaraan itu disebut tidak lagi berada di Desa Tanjung Serupa SP 6B.

Seorang warga berinisial RJ mengatakan, sejak kecelakaan hingga saat ini ambulans tersebut tidak terlihat digunakan di desa.

Tim MediaViral.co kemudian melakukan penelusuran dan menemukan ambulans tersebut berada di sebuah bengkel di kawasan Jalan Karang Kedempel, Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Saat ditemukan, kondisi ambulans terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Kendaraan tersebut juga belum diperbaiki secara menyeluruh.

Pemilik bengkel mengatakan, perbaikan belum dapat dilakukan karena dana yang diterimanya masih sangat terbatas.

“Uang yang kami terima baru Rp3 juta. Itu pun pemberian dari sopir truk, Ridduan,” ujar pemilik bengkel.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pembayaran dari Kepala Kampung Tanjung Serupa, Mardiono, untuk melanjutkan proses perbaikan ambulans tersebut.

“Kepala kampung belum memberikan uang sepeser pun,” katanya.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan kejelasan penanganan ambulans yang merupakan fasilitas pelayanan masyarakat desa.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat turun langsung untuk memeriksa kondisi kendaraan serta memastikan bagaimana proses perbaikan dan pertanggungjawaban ambulans tersebut.

“Kami berharap pemerintah terkait turun langsung. Ini ambulans desa yang digunakan untuk kepentingan masyarakat, sehingga harus ada kejelasan mengenai kondisi dan perbaikannya,” keluh seorang warga.

Warga juga meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan apabila memang terdapat persoalan dalam pengelolaan atau pertanggungjawaban aset dan anggaran yang berkaitan dengan ambulans tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, MediaViral.co masih berupaya mendapatkan keterangan dari Kepala Kampung Tanjung Serupa, Mardiono, serta pihak Inspektorat mengenai persoalan tersebut. (mediaviral.co)

Example 300x375