Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

HUT RI Ke-81, Akademisi Ajak Masyarakat Jaga Adat dan Budaya

0
×

HUT RI Ke-81, Akademisi Ajak Masyarakat Jaga Adat dan Budaya

Sebarkan artikel ini

Medan, Sumatera Utara — MediaViral.co

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengingat pentingnya menjaga adat dan budaya bangsa.

Example 300250

Hal tersebut disampaikan Dr. M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., didampingi Dr. A. Rasyid, M.A., dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Senin, di sela-sela peringatan HUT ke-81 RI di kampus Jalan William Iskandar, Medan Estate.

Yoserizal mengatakan, kemerdekaan bukan hanya berarti Indonesia terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti bangsa Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Menurutnya, jati diri bangsa dapat dilihat dari bahasa, adat istiadat, seni, tradisi, nilai-nilai agama, dan kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Indonesia boleh berkembang mengikuti kemajuan zaman, tetapi jangan sampai kita melupakan budaya sendiri,” kata Yoserizal yang juga dosen jurnalistik.

Ia mengatakan, perkembangan media sosial membuat generasi muda semakin mudah mengenal budaya dari berbagai negara. Kondisi ini menjadi tantangan karena anak-anak muda terkadang lebih mengenal budaya asing dibandingkan tradisi yang ada di daerahnya sendiri.

Namun, Yoserizal menilai perubahan zaman tidak selalu buruk. Kebudayaan juga harus berkembang, tetapi nilai-nilai baik di dalamnya tetap harus dipertahankan.

Menurutnya, adat dan budaya mengajarkan banyak nilai penting, seperti gotong royong, musyawarah, menghormati orang tua, peduli kepada sesama, dan menjaga lingkungan.

Dalam budaya Melayu, misalnya, terdapat ajaran tentang sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, menjaga hubungan dengan sesama, serta menjalankan kehidupan berdasarkan nilai agama.

Hal serupa juga terdapat dalam budaya Batak, Jawa, Minangkabau, Aceh, Sunda, Bugis, Dayak, Papua, dan berbagai daerah lainnya.

“Semua budaya tersebut merupakan kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Yoserizal menegaskan, menjaga budaya bukan hanya tugas pemerintah. Keluarga, sekolah, perguruan tinggi, tokoh adat, ulama, seniman, media massa, dan generasi muda harus ikut mengambil bagian.

Sementara itu, Dr. A. Rasyid, M.A., mengatakan sekolah dan perguruan tinggi dapat menjadi tempat untuk mengenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.

Menurut Rasyid, pengenalan budaya tidak cukup hanya melalui teori. Generasi muda juga perlu diajak mengenal bahasa daerah, kesenian, permainan tradisional, sejarah lokal, makanan tradisional, dan berbagai kegiatan adat.

“Media sosial juga dapat digunakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas, bahkan ke dunia,” kata Rasyid.

Ia berharap peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya diisi dengan upacara dan berbagai perlombaan. Momentum kemerdekaan juga harus menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

“Merdeka bukan berarti melupakan akar budaya. Justru dengan kemerdekaan, kita memiliki kesempatan untuk menjaga warisan leluhur dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Yoserizal menambahkan, Indonesia boleh berubah dan zaman boleh berganti. Namun, jati diri bangsa harus tetap dijaga.

“Kita boleh modern dan mengikuti perkembangan dunia, tetapi jangan sampai kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.” (mediaviral.co)

Example 300x375