Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Jangan Cuma Teriak Korupsi, Masyarakat Juga Harus Berani Berkaca

5
×

Jangan Cuma Teriak Korupsi, Masyarakat Juga Harus Berani Berkaca

Sebarkan artikel ini

Jakarta — MediaViral.co

Korupsi tidak muncul begitu saja. Ada budaya dan kebiasaan yang harus berani kita bongkar bersama. Salah satunya adalah politik uang yang masih terjadi dalam setiap pesta demokrasi, mulai dari pemilihan kepala daerah hingga pemilihan kepala desa.

Example 300250

Ironisnya, ada masyarakat yang ketika pemilihan meminta uang kepada calon. Setelah menerima uang dan memberikan suara, ketika pemimpin terpilih dan muncul dugaan korupsi, orang yang sama kembali berteriak paling keras menuntut pemerintahan yang bersih.

Lalu, pertanyaannya sederhana: kalau suara sudah dibanderol dengan uang, apakah masih pantas kita berharap lahir pemimpin yang benar-benar bersih?

Praktik politik uang memang tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan korupsi. Pejabat yang terpilih tetap harus bertanggung jawab dan tidak boleh menyalahgunakan jabatan untuk mengembalikan modal politik maupun mencari keuntungan pribadi.

Namun masyarakat juga harus jujur kepada diri sendiri. Jangan sampai sebelum pemilihan tangan terbuka menerima uang, tetapi setelah pemimpin terpilih tangan kembali menunjuk dan menuduh semua kesalahan ada di pihak pemerintah.

Budaya seperti inilah yang harus dihentikan.

Jangan jual suara kalau ingin mendapatkan pemimpin yang bersih. Jangan membeli suara kalau ingin pemerintahan yang jujur.

Pemberantasan korupsi bukan hanya urusan polisi, jaksa, KPK, atau pemerintah. Masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan budaya politik yang sehat.

Sebab ketika suara rakyat bisa dibeli, demokrasi kehilangan nilai. Ketika jabatan dijadikan alat untuk mengembalikan modal, rakyat pula yang akhirnya menjadi korban.

Maka sebelum sibuk meneriakkan “berantas korupsi!”, ada baiknya semua pihak berani bertanya kepada diri sendiri:

Sudahkah kita menolak politik uang? Sudahkah kita memilih pemimpin karena kemampuan dan integritas, bukan karena isi amplop?

Kalau jawabannya belum, maka perubahan harus dimulai sekarang.

Jangan hanya menyalahkan pejabat. Rakyat dan pejabat sama-sama harus berani berkaca. Korupsi harus dilawan dari hulu sampai hilir, termasuk dari budaya politik uang yang selama ini dianggap biasa. (mediaviral.co)

Example 300x375