Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pantau Pasar Bandar Jaya, Satgas Saber Pangan Temukan Harga Bahan Pokok di Lampung Tengah Relatif Stabil

6
×

Pantau Pasar Bandar Jaya, Satgas Saber Pangan Temukan Harga Bahan Pokok di Lampung Tengah Relatif Stabil

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah — MediaViral.co

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan melakukan pemantauan harga, pasokan, keamanan, serta mutu pangan di Pasar Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (8/2/2026).

Example 300250

Dari hasil pemantauan tersebut, sebagian besar harga bahan pokok terpantau masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Koordinasi Awal Kegiatan Saber Pangan Tahun 2026 yang melibatkan Satgas Saber Pelanggaran Pangan, Keamanan dan Mutu Pangan Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah, Tim D21 Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Saber Pangan Reskrim Polres Lampung Tengah, serta Kontributor Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri.

“Dari hasil pemantauan di Pasar Bandar Jaya, secara umum harga dan pasokan bahan pokok di Lampung Tengah terpantau stabil. Tidak ditemukan lonjakan harga signifikan pada sebagian besar komoditas,” ujar Yuni.

Berdasarkan data rata-rata harga per 8 Februari 2026, beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram atau sesuai HET, sedangkan beras premium Rp14.500 per kilogram atau berada di bawah HET.

Sementara itu, gula pasir dijual Rp17.000 per kilogram, bawang merah Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih Rp33.000 per kilogram. Seluruh harga tersebut masih berada di bawah HAP.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras dijual Rp40.000 per kilogram sesuai HAP, telur ayam ras Rp29.000 per kilogram, serta daging sapi Rp120.000 per kilogram, juga masih berada di bawah HAP.

Adapun cabai merah keriting tercatat Rp42.000 per kilogram atau di bawah HAP. Namun, cabai rawit merah mengalami kenaikan harga hingga Rp75.000 per kilogram atau berada di atas HAP.

“Cabai rawit merah menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga. Hal ini disebabkan keterbatasan stok akibat berkurangnya pasokan dari Lampung Barat karena faktor curah hujan,” jelas Yuni.

Selain itu, harga kedelai impor juga terpantau berada di atas HAP, yakni Rp13.000 per kilogram. Meski demikian, ketersediaan stok pangan secara umum masih dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

Yuni menegaskan, Satgas Saber Pangan akan terus melakukan pengawasan secara intensif untuk mencegah pelanggaran harga, praktik penimbunan, serta peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

“Pengawasan akan kami tingkatkan menjelang puasa dan Idul Fitri agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Saber Pangan dijadwalkan kembali melakukan pemantauan harga, mutu, dan keamanan pangan di Kabupaten Tanggamus pada Senin (9/2/2026). (mediaviral.co)

Example 300x375