Lampung Utara – MediaViral.co
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Fakta mengejutkan terungkap: jika menu MBG tidak memenuhi nilai bahan baku minimal Rp10.000, maka tidak akan dibayarkan oleh pemerintah. Artinya, menu asal-asalan bukan hanya melanggar aturan, tapi berpotensi menjadi modus perampokan uang negara.
Masyarakat kini diminta aktif mengawasi dan menyebarluaskan menu MBG di setiap sekolah. Transparansi menjadi kunci untuk mencegah penyimpangan anggaran yang merugikan negara dan anak-anak penerima manfaat.
Beragam persoalan MBG mulai mencuat ke permukaan. Salah satu yang paling disorot adalah menu yang tidak sesuai standar gizi dan nilai anggaran, namun tetap dilaporkan seolah-olah memenuhi ketentuan.
Menanggapi hal ini, Ketua Satgas MBG NTB, Ahsanul Khalik, secara tegas meminta masyarakat tidak diam. Ia mengimbau agar setiap dugaan pelanggaran segera dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) dengan bukti kuat, terutama:
Foto menu MBG yang dibagikan
Bukti jumlah dan kualitas makanan
Dokumentasi kondisi di lapangan
“Jika menu tidak sesuai gizi dan anggaran, laporkan. Negara tidak boleh dirugikan, anak-anak tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.
MBG adalah program mulia. Tapi jika dijadikan ladang bancakan, maka itu kejahatan. Publik diminta bersatu: awasi, dokumentasikan, dan laporkan.
💥 Cegah perampokan uang negara sejak dini. (mediaviral.co)
















