Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dampak dari Banjir Donggala Sulawesi Tengah Terus Diperbaiki, Akses Jalan Mulai Dibuka

6
×

Dampak dari Banjir Donggala Sulawesi Tengah Terus Diperbaiki, Akses Jalan Mulai Dibuka

Sebarkan artikel ini

Donggala, Sulawesi Tengah – MediaViral.co

Penanganan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus dilakukan oleh personel gabungan TNI–Polri bersama instansi terkait. Memasuki hari keenam, fokus kegiatan diarahkan pada pemulihan infrastruktur dan pembersihan lingkungan warga terdampak.

Example 300250

Pada Jumat (16/1/2026), ratusan personel diterjunkan di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan. Kegiatan diawali dengan apel pengecekan yang dipimpin Kabag Ops Polres Donggala, AKP Wakhidin, S.H., dan diikuti seluruh personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana.

Setelah apel, personel melaksanakan tugas sesuai sektor masing-masing. Kegiatan meliputi pembersihan lanjutan rumah warga terdampak di Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka akses menuju Desa Labuan Lumbubaka, serta pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II di Desa Wani Lumbupetigi, Kecamatan Tanantovea.

Kapolres Donggala, AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., turut meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan gorong-gorong guna memastikan pekerjaan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam penanganan bencana ini, personel yang terlibat terdiri dari 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Polda Sulawesi Tengah, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data hingga 14 Januari 2026, dampak banjir bandang di Kabupaten Donggala meliputi 4 unit rumah hanyut, 268 rumah tergenang, 8 rumah rusak, serta 134 kepala keluarga atau 1.093 jiwa terdampak. Selain itu, tercatat 10 unit jembatan rusak, 1 sekolah, 1 masjid, 3 ruas jalan, dan 1 kantor KUA turut terdampak.

Meskipun status tanggap darurat bencana telah berakhir pada 15 Januari 2026, penanganan tetap dilanjutkan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa langkah cepat yang dilakukan merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

“Polri bersama TNI dan instansi terkait terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, dengan fokus membuka akses jalan, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. (mediaviral.co)

Example 300x375