Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Bus Mahasiswa KKN ITERA Tergelincir di Kemiling, Warga Soroti Keselamatan Jalan Terdampak Proyek Irigasi

59
×

Bus Mahasiswa KKN ITERA Tergelincir di Kemiling, Warga Soroti Keselamatan Jalan Terdampak Proyek Irigasi

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – MediaViral.co

Sebuah bus Puspa Lestari yang mengangkut rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) tergelincir dan masuk ke parit di wilayah Tanjung Halo, RT 004 Lingkungan II, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Selasa (6/1/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

Example 300250

Bus carteran kampus tersebut tengah mengantar mahasiswa menuju lokasi penempatan KKN di Kelurahan Kedaung. Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini, namun kendaraan mengalami kerusakan pada bagian samping bawah dan bagian belakang.

Kecelakaan terjadi saat bus melintas di Jalan Tanjung Gedung, dari arah Jalan Wan Abdurahman menuju Tanjung Halo. Ketika berada di tanjakan, bus diduga kehilangan daya cengkeram roda, kemudian mundur dan akhirnya terperosok ke parit di sisi jalan.

Kondisi jalan yang licin diduga menjadi penyebab utama kecelakaan. Di lokasi kejadian, sisa tanah galian proyek irigasi masih terlihat menumpuk dan menutupi sebagian badan jalan. Situasi tersebut diperparah oleh curah hujan yang cukup tinggi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi kendaraan yang melintasi tanjakan.

Proses evakuasi bus sempat mengalami kendala. Upaya awal menggunakan dump truk tidak membuahkan hasil karena keterbatasan daya tarik. Petugas kemudian mendatangkan mobil derek, hingga akhirnya bus berhasil dievakuasi dari parit.

Seorang warga setempat sekaligus pengguna jalan harian, Adung, menyebut kondisi jalan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat. Ia menilai pelaksanaan proyek irigasi tidak dibarengi pengamanan keselamatan pengguna jalan.

“Sejak proyek irigasi berjalan, sisa tanah galian sering dibiarkan di badan jalan. Akibatnya jalan menjadi licin, terutama saat hujan. Sudah beberapa kali kendaraan roda dua maupun roda empat tergelincir di titik yang sama,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 004 Lingkungan II Kelurahan Kedaung, Ibrahim. Ia mengatakan kerusakan jalan di lokasi tanjakan sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

“Aspal di tanjakan ini sudah rusak sejak lama. Sampai sekarang belum ada perbaikan dari pemerintah kota atau dinas terkait. Selama ini hanya ditambal secara swadaya oleh warga dengan keterbatasan material,” kata Ibrahim.

Selama proses evakuasi, arus lalu lintas dilaporkan tetap berjalan normal dan tidak dilakukan penutupan jalan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini dinilai warga sebagai peringatan serius atas lemahnya pengendalian dampak proyek infrastruktur terhadap keselamatan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pelaksana proyek irigasi terkait evaluasi kondisi jalan di lokasi kejadian.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan menyeluruh, mulai dari pembersihan material proyek hingga perbaikan jalan secara permanen, guna mencegah kecelakaan serupa terulang.

(Red)

Example 300x375